KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OCTA
Mengenal Trading Forex dan Risikonya
forex, trading forex, risiko forex, kolombiz
Tak ada investasi tanpa risiko. Begitu juga dengan forex. Kenali lebih jauh mengenai trading forex dan risikonya sebelum memulai.

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Kompas.com - 17/01/2022, 21:17 WIB
Ryan Filbert
Penulis:
Ryan Filbert
Ryan Filbert adalah penulis 20 judul buku Investasi best seller nasional Brand Ambassador Octa Investama Berjangka - Octa.id    

KETIKA kita berbicara mengenai sektor keuangan, tentu tidak akan terlepas dari kalkulasi angka, termasuk foreign exchange (forex).

Forex tidak hanya memperdagangkan mata uang. Anda juga bisa bertransaksi sejumlah komoditas, seperti emas dan perak, lewat rekening forex. Anda pun bisa melakukan transaksi indeks saham dunia.

Menilik penjelasan di atas, saya yakin Anda berpikir bahwa tanpa memahami teori keuangan dan jago angka, kita tidak akan bisa bertransaksi forex dengan baik dan benar.

Dulu, saya mungkin sepenuhnya setuju dengan pernyataan tersebut. Namun, hari ini saya mungkin hanya setuju separuhnya. Kenapa demikian?

Berbicara mengenai angka, kita akan berkaitan dengan ilmu matematika. Jika berbicara ilmu matematika, kita akan berpikiran mengenai ilmu pasti.

Contoh sederhana, bagaimana cara meningkatkan minat orang untuk membelanjakan uang?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya, menurunkan bunga tabungan. Saat bunga tabungan diturunkan, orang akan merasa rugi sehingga mencairkan tabungannya untuk dipakai.

Kemudian, bisa juga dengan memberikan banyak insentif. Misalnya, penghapusan biaya dan pajak-pajak tertentu pada sebuah produk. Dengan begitu, harga produk menjadi lebih murah sehingga orang-orang terdorong untuk membelinya.

Apakah dua contoh tersebut menjadi masuk akal? Mari kita coba mengambil dokumentasi dari kebijakan tersebut. Pertama, mengenai penurunan suku bunga tabungan.

Data suku bunga tabungan dari laman resmi LPS per Rabu (4/7/2021)Dok. Tangkapan layar pribadi Data suku bunga tabungan dari laman resmi LPS per Rabu (4/7/2021)
Pada gambar di atas, Anda melihat bahwa suku bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mengalami penurunan. Lalu, apa tujuan menurunkan suku bunga? Jawabannya adalah agar uang yang di dalam tabungan dapat digunakan secara produktif.

Apakah cara tersebut berhasil?

Pemberitaan dari laman Kompas.com bertajuk ?Jumlah Rekening dan Simpanan Masyarakat Kembali Meningkat, Apa Sebabnya?Dok. Tangkapan layar pribadi Pemberitaan dari laman Kompas.com bertajuk ?Jumlah Rekening dan Simpanan Masyarakat Kembali Meningkat, Apa Sebabnya?

Ternyata, meski suku bunga terus diturunkan, jumlah simpanan justru mengalami peningkatan.

Setelah dinilai kurang berhasil, strategi bergeser ke relaksasi atau insentif. Contohnya, sektor properti yang diberikan relaksasi berupa pemotongan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 0 persen seperti pada tangkapan layar berikut.

Kolom opini bertajuk ?Saatnya Beli Rumah dengan PPN 0 Persen? tulisan Nufransa Wira Sakti yang dimuat di Kompas.comDok. Tangkapan layar pribadi Kolom opini bertajuk ?Saatnya Beli Rumah dengan PPN 0 Persen? tulisan Nufransa Wira Sakti yang dimuat di Kompas.com

Pertanyaannya, apakah strategi tersebut berhasil meningkatkan minat belanja?

Pemberitaan dari laman Kontan.co.id bertajuk ?Penjualan Properti Residensial Meningkat pada Kuartal I-2021Dok. Tangkapan layar pribadi Pemberitaan dari laman Kontan.co.id bertajuk ?Penjualan Properti Residensial Meningkat pada Kuartal I-2021

Dari kedua contoh di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kebijakan insentif atau relaksasi berhasil, sedangkan kebijakan penurunan suku bunga tidak berjalan sesuai harapan.

Nah, ketika Anda melakukan transaksi keuangan dan investasi, hal-hal seperti itu adalah “makanan” sehari-hari Anda.

Artinya, seluruh informasi dan kalkulasi yang berlandaskan angka dan hitung-hitungan tetap saja berakhir dengan “tidak pasti”.

Ilustrasi tersebut bisa pula kita gunakan dalam trading forex. Saat trading, analisis berlandaskan matematika dan angka tetap berakhir dengan ketidakpastian.

Hal tersebut kerap dianggap keliru oleh trader forex pemula. Mereka biasanya berkeyakinan bahwa analisis angka dan matematika bisa berujung pada kepastian. Padahal, faktanya tidak demikian.

Ilustrasi trading foreign exchangeDok. OCTA Ilustrasi trading foreign exchange
Kita tidak bisa melakukan trading forex dengan keyakinan 100 persen setiap kali mengambil keputusan.

"Wah! Ini tidak sejalan dengan ilmu motivasi. Harusnya, setiap keputusan diambil dengan keyakinan penuh, kan?"

Betul! Rasanya, matematika adalah ilmu yang paling relevan ketika mempelajari dunia trading. Terlebih, pada perdagangan dua arah, seperti forex dan pasar bursa berjangka, Anda perlu memahami ilmu statistik dan peluang dengan baik.

Dalam ilmu statistik, kita selalu mengakui adanya margin of error. Artinya apa? Semua data yang sudah berhasil diolah selalu memiliki toleransi kesalahan dengan persentase tertentu.

Sementara pada ilmu peluang, apakah Anda pernah melempar 100 kali koin dan berakhir dengan sisi angka 100 kali? Hal ini mungkin saja terjadi bila koin yang dilempar tidak seimbang. Namun, kemungkinan untuk berakhir dengan sisi angka 100 kali cukup mustahil.

Ilustrasi trading foreign exchangeDok. Tangkapan layar pribadi Ilustrasi trading foreign exchange
Kemudian, apakah karena koin hanya terdiri dari angka dan gambar, Anda akan mendapatkan 50 kali sisi gambar dan 50 kali sisi angka? Jawabannya juga tidak pasti.

Akan tetapi, ada kecenderungan yang mendekati 50:50 untuk pelemparan koin dengan sisi angka dan gambar. Bukankah itu adalah teori peluang?

Demikian pula yang terjadi pada trading forex. Anda sudah memiliki grafik harga atau chart pasti di layar, lengkap dengan seluruh analisis terbaik yang Anda lakukan.

Namun, peluang untuk salah atas analisis itu tetap ada. Sebab, di balik “kepastian” hitungan matematis, ada “eror” yang mendampingi.

Lalu, bila semua yang ada dalam trading forex tidak pasti, apakah kita akan berakhir dengan menebak saja? Tentu tidak. Jika sekadar tebak-tebakan, Anda bukan sedang melakukan trading forex, tetapi Anda berjudi forex.

Catatan: trading CFD dengan leverage mungkin dapat membawakan keuntungan tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan Anda kehilangan dana. Mohon pertimbangkan risikonya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.