KILAS

Bantu UMKM di Semarang, ShopeePay Hadirkan Program “Semangat UMKM Lokal”

Kompas.com - 18/01/2022, 19:54 WIB

Untuk mengatasi situasi tersebut, berbagai dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dilakukan agar pemilik usaha, khususnya di bidang kuliner dapat kembali bangkit. Salah satu upaya itu dengan mendorong adopsi teknologi digital dan menyediakan akses ke dalam ekosistem digital.

Upaya tersebut juga menjadi fokus Kota Semarang, sebagai salah satu wilayah di Jateng dengan jumlah pelaku UMKM yang cukup tinggi.

Baca juga: Survei Mandiri Institute: Omzet Mayoritas UMKM Mulai Naik Akhir 2021, Digitalisasi Jadi Kunci

Harus inovatif dan adaptif

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Bandeng Juwana Arif Honggowijoyo Kusmadi mengatakan, kunci sukses usahanya tidak hanya pada inovasi, tetapi juga adaptasi sesuai perkembangan zaman.

Untuk diketahui, Bandeng Juwana Elrina didirikan pada 1981 dari ide awal yang tercetuskan ketika sang pendiri, yaitu Daniel Nugroho Setiabudhi memantau ramainya toko bandeng duri lunak di Semarang. Setelah lama melalui proses uji coba, akhirnya pada 3 Januari 1981, Bandeng Juwana Elrina mulai dijual di depan rumahnya.

Perlahan tapi pasti, puluhan tahun telah berlalu dan kini Bandeng Juwana Elrina sudah memiliki empat cabang di Kota Semarang.

“Empat puluh satu tahun sudah Bandeng Juwana Elrina hadir dan terus berkembang hingga kini dikenal banyak orang sebagai pilihan oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Semarang. Perjalanannya tentu saja tidak mudah, banyak inovasi yang kami lakukan dalam hal produk dan juga layanan,” imbuh Arif.

Baca juga: Tips Beli Bandeng Presto dalam Kemasan, Saran dari Penjual

Namun, tidak hanya itu, lanjut dia, Bandeng Juwana Elrina juga sangat adaptif dengan situasi terkini.

“Misalnya, saat pandemi ketika semua orang membatasi kontak dan aktivitas fisik. Usaha kami mengadopsi teknologi yang bersifat digital dan contactless, seperti layanan pembayaran digital ShopeePay serta layanan pemesanan makanan online,” jelas Arif.

Sementara itu, Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Didik Listi Abi mengatakan, pihaknya secara aktif menghadirkan ruang diskusi untuk berbagi pandangan mengenai tantangan yang ada bagi sesama pegiat usaha hingga solusinya.

“Saya percaya industri kuliner merupakan salah satu industri yang kompetitif dan kerap kali menuntut para pelaku usaha untuk terus kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Baca juga: Pandemi Membuat Omzet Industri Kuliner Merosot

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.