Kompas.com - 19/01/2022, 12:23 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Rabu (19/12/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda di pasar spot yang melemah.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.609,62 atau turun 4,43 poin (0,07 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.614,05.

Sementara itu, terdapat 241 saham yang hijau, 267 saham merah dan 162 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi mencapai Rp 5,7 triliun dengan volume 11,6 miliar saham.

Baca juga: IHSG Bakal Lanjut Melemah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 79,5 miliar. BMRI selama sesi I perdagangan terkoreksi 2,76 persen di level Rp 7.050 per saham. BMRI mecatatkan total transaksi Rp 151,4 miliar dengan volume 21,4 juta saham.

Astra International (ASII) juga catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 39,5 miliar. Saham ASII melemah 1,3 persen di level Rp 5.575 per saham. Adapun volume perdagangan ASII mencapai 18,1 juta saham dengan total transaksi Rp 101,3 miliar.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Aneka Tambang (ANTM) juga catatkan net sell tertinggi setelah BMRI dan ASII, senilai Rp 32,7 miliar. ANTM menguat 0,28 persen di level Rp 1.785 per saham. Adapun volume perdagangan ANTM sebesar 85 juta saham dengan total transaksi Rp 152 miliar.

Telkom Indonesia (TLKM) dan United Tractors (UNTR) mencatatkan aksi beli bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 78,9 miliar dan Rp 13,2 miliar. TLKM selama sesi I, melemah 0,24 persen di level Rp 4.240 per saham, dan UNTR turun 0,11 persen di level Rp 23.625 per saham.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Top Losers di sesi I, Bank Amar Indonesia (AMAR) yang terperosok 6,4 persen di level Rp 730 per saham. Bank Raya Indonesia (AGRO) juga ambles 5,19 persen di level Rp 1.370 per saham, dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) juga terkoreksi 3,13 persen di level Rp 7.725 per saham.

Top Gainers di sesi I, Adaro Minerals Indonesia (ADMR) yang meroket 18 persen di level Rp 885 per saham, Harum Energy (HRUM) melesat 4,2 persen di level Rp 10.950 per saham, dan Bukalapak (BUKA) di level Rp 360 per saham atau naik 2,27 persen.

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 2,63 persen, Hang Seng Hong Kong 0,29 persen, dan Shanghai Komposit 0,5 persen. Sementara itu, Strait Times menguat 0,01 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah bergerak melemah. Pukul 12.03 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.370 per dollar AS atau turun 34 poin (0,24 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 14.336 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.