Kompas.com - 19/01/2022, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mentransformasi PT PLN (Persero) dengan membuat subholding. Setidaknya ada dua subholding yang akan dibentuk untuk memperbaiki proses bisnis di perusahaan listrik milik negara itu.

"Sementara PLN sendiri akan menjadi holding yang fokus pada transmisi dan pemasaran," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (19/1/2022).

Ia menjelaskan, akan dibentuk subholding pembangkit yang mengksolidasikan semua ada bisnis yang berkaitan pembangkit listrik atau power plan, termasuk di dalamnya mengenai pengadaan pasokan batu bara.

Baca juga: Nasib PLN Batubara Diputuskan Tahun Ini, Dimerger atau Dibubarkan

Selain itu, akan dibentuk subholding yang mengurusi bisnis di luar kelistrikan, seperti fiber optic, mobile, atau wifi. Menurut Erick Thohir, hal ini mengingat, PLN memiliki infrastruktur yang memadai untuk menggarap bisnis di luar kelistrikan.

"Soal di luar listrik, kebetulan PLN juga punya kabel di mana-mana, kami benchmarking juga di negara lain. Ini bisa ditingkatkan keindependensinya, dijadikan apakah PLN mobile, tapi tetep fokus kepada pelayanan listrik itu sendiri, bukan tiba-tiba lari ke bisnis yang lain," jelas dia.

Erick Thohir mengatakan, pembuatan holding dan subholding PLN ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Namun transisi sepenuhnya ditargetkan bisa selesai pada 2025, tetapi diharapkan bisa dipercepat menjadi di 2024.

Baca juga: Ini Sosok Mantan Pejabat Garuda yang Disebut Erick Thohir dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat ATR

"Kami akan tuntaskan ini, 6 bulan sebelum akhir tahun, akan ada virtual holding. Full transisi diharapkan 2025, kalau bisa lebih cepat ke 2024, nanti tergantung dari kondisi transisi ini, yang penting tidak terburu-buru," jelas Erick Thohir.

Adapun tranformasi di tubuh PLN ini dilakukan sebagai upaya perbaikan dari persoalan krisis pasokan batu bara yang dialami perseroan. Lewat transformasi ini, PT PLN Batubara, anak usaha dari PLN pun tengah dikaju untuk dibubarkan atau dimerger.

Targetnya lewat pembuatan holding dan subholding ini, proses bisnis dan birokrasi pengadaan pasokan batu bara menjadi lebih sederhana.

Baca juga: Luhut Minta Erick Thohir Bubarkan PT PLN Batubara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.