Sri Mulyani Sebut Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp 113,38 Triliun, Jatim Paling Besar

Kompas.com - 20/01/2022, 11:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyinggung dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan.

Tercatat sampai Desember 2021, dana Pemda masih ada sekitar Rp 113,38 triliun. Padahal menurut dia, Pemda memiliki peran penting dalam akselerasi dana APBD untuk pemulihan ekonomi di wilayah masing-masing.

"Tahun 2021 transfer (ke daerah/TKDD) tumbuh 3 persen, dan kita lihat account di Pemda masih Rp 113,38 triliun," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Disemprot DPR Pakai Dana PEN Buat IKN Baru, Ini Jawaban Sri Mulyani

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, endapan dana tersebut menjadi yang tertinggi sejak 3 tahun terakhir. Tercatat, dana Pemda yang mengendap pada Desember 2019 mencapai Rp 101,52 triliun.

Kemudian pada Desember 2020, besarannya menurun menjadi Rp 93,96 triliun. Lalu melonjak lagi pada Desember 2021 di kisaran Rp 113,38 triliun.

Kendati demikian, posisi ini sudah menurun 44,41 persen dibanding posisi November 2021 yang mencapai Rp 203,95 triliun.

"Ini yang saya katakan kalau pusat pengin dengan shock besar, kita lakukan countercyclical ngegas. Daerah yang memegang peranan 1/3 belanja kita, bisa jadi bahkan tidak mengakselerasi countercyclical tapi bisa meredam. Ini dampaknya ke ekonomi jadi lebih kecil dari yang kita bayangkan," tutur Sri Mulyani.

Besaran dana yang mengendap lantas membuat pelayanan kepada masyarakat kurang optimal. Dalam artian, dana yang seharusnya dibelanjakan untuk pelayanan publik dan pembangunan malah masih berada di perbankan.

Dilihat dari wilayahnya, nominal tertinggi berada di wilayah Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp 16,99 triliun. Sedangkan yang terendah berada di wilayah Sulawesi Barat dengan nilai Rp 331,18 miliar.

"Kita harapkan nanti dengan UU HPP HKPD yang baru, sinkronisasi (belanja Pemda) lebih cepat," tandas Sri Mulyani.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Nusantara Pakai Duit dari Mana? Ini Kata Sri Mulyani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.