Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Kompas.com - Diperbarui 21/01/2022, 15:20 WIB

KOMPAS.com - Tarif LRT Jabodebek yang semula direncanakan hanya Rp 12.000, bakal naik menjadi Rp 15.000 seiring dengan adanya pembengkakan nilai investasi. Sesuai namanya, LRT Jabodebek akan mengkoneksikan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo mengatakan nilai investasi awal proyek LRT sebesar Rp 29,9 triliun malah membengkak menjadi Rp 32,5 triliun.

Terjadi pembengkakan biaya alias cost overrun sebesar Rp 2,6 triliun diikuti dengan perubahaan struktur pendanaan proyek, hal ini berdampak pada perhitungan formula tarif dasar LRT Jabodebek.

"Pergerseran ini terjadi akibat adanya perubahan target Commersial Operation Date (COD) yang semula Juli 2019 mengalami kemunduran pada Agustus 2022 terutama terkait dengan penguasaan lahan di depo di Bekasi Timur dan pandemi Covid-19 dua tahun terakhir," kata Didiek dikutip dari Kompas TV, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Kendala Terowongan Kereta Cepat Diselesaikan berkat Tenaga Ahli China

Lebih lanjut, Didiek mengatakan bahwa dana tambahan Rp 2,6 triliun itu digunakan untuk meningkatkan biaya pra-operasi, biaya interest during construction (IDC) dan biaya lainnya. Ia menyebut bahwa dana tersebut tidak bisa ditambal oleh pinjaman bank.

"Karena sesuai kontrak, cost overrun tidak di-cover oleh pinjaman," ujarnya.

Oleh sebab itu, sesuai Perpres nomor 49 tahun 2017, PT KAI menerima dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang digunakan untuk memenuhi cost overrun yang diterima KAI pada Desember 2021 senilai Rp2,6 triliun.

"Dengan dukungan pemerintah melalui tambahan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 2,6 triliun berdasarkan PP No. 119 tahun 2021, diharapkan penyelesaian proyek dapat segera terwujud sesuai dengan target operasi pada Agustus 2022," tutupnya.

Stasiun LRT PalembangDokumen KOMPAS.com/ Aji YK Putra Stasiun LRT Palembang

Baca juga: Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung Harus Ganti KA di Padalarang

Disuntik APBN

Sebelumnya, KAI akan menggunakan tambahan PMN dari APBN 2021 sebesar Rp 6,9 triliun untuk melanjutkan pembangunan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Didiek Hartantyo mengatakan, PMN akan digunakan untuk membiayai cost overrun LRT Jabodebek dan pemenuhan base equity Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.