Kompas.com - 21/01/2022, 16:00 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Jago Tbk dengan kode emiten ARTO berhasil menggeser kapitalisasi pasar atau market cap Astra International (ASII).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari RTI pada akhir perdagangan Jumat (21/1/2022) kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp 263,27 triliun. Adapun harga saham ARTO ditutup pada level Rp 19.000 per saham. Secara tahunan saham ARTO menguat 18,7 year to date (ytd).

Kapitalisasi pasar ARTO sukses mendepak saham Astra International (ASII) yang kini keluar dari 5 besar. Berada di posisi keenam, ASII memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 226,71 triliun. Pada perdagangan hari ini, harga saham ASII berada di level Rp 5.600 per saham, dan dalam setahun harga saham ASII turun 1,7 persen.

Baca juga: Terkerek Bank Jago, Jerry Ng Jadi Orang Kaya Ke-12 di Indonesia

Posisi ARTO saat ini berada di bawah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), salah satu bank besar milik BUMN dengan nilai market cap yang mencapai Rp 340,6 triliun. Dengan posisi ARTO di lima besar, maka saham perbankan mendominasi sektor perbankan sebagai pemilik market cap terbesar di pasar modal.

Di posisi pertama ada Bank Central Asia (BBCA) yang memiliki market cap terbesar, yakni Rp 980,04 triliun. Harga saham BBCA hari ini berada di level Rp 7.950 per saham, dan dalam setahun BBCA mengalami penguatan 8,9 persen ytd.

Bank Rakyat Indoensia (BBRI) menduduki posisi kedua dengan nilai market cap Rp 632 triliun, dan posisi ketiga ditempati oleh Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 428,9 triliun. BBRI hari ini ditutup pada level Rp 4.170 per saham, dan TLKM di level Rp 4.330 per saham. Dalam setahun, harga saham BBRI naik tipis 1,46 persen, dan TLKM melesat 7,18 persen.

Di posisi keenam, ditempati oleh Chandra Asri Petrochemical (TPIA) dengan nilai market cap Rp 174,1 triliun, disusul oleh Unilever Indonesia (UNVR) sebesar Rp 158,32 triliun, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 133,8 triliun, dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) di urutan kesepuluh dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 121,2 triliun.

Baca juga: ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.