Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Kata Sri Mulyani

Kompas.com - 25/01/2022, 05:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan dengan jumlah peningkatan kasus harian Covid-19, terlebih varian Omicron.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, salah satu penyebab masuknya virus Omicron ke Indonesia adalah sudah adanya orang yang bepergian ke luar negeri pada momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun lalu.

“Terjadi transmisi kasus karena adanya orang yang baru datang dari luar negeri. Meski pemerintah imbau ga keluar negeri tetapi tetap ada yang ke luar negeri,” kata Sri Mulyani, Senin (24/1/2022) di hadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Baca juga: Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Bendahara negara bilang, arus balik mereka yang pergi ke luar negeri adalah di pertengahan Januari 2022. Sehingga, ini menjelaskan mengapa kasus Omicron kemudian meningkat.

“Karena kasus bawaan dari luar negeri ini merangsang kasus lokal,” tegasnya.

Dalam menghadapi ini, pemerintah kemudian terus memperkuat benteng ketahanan masyarakat dengan cara mempercepat vaksinasi baik itu dosis pertama, dosis kedua, maupun dosis ketiga (booster).

Baca juga: Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Pemerintah juga belajar dari badai varian Delta yang sempat terjadi di pertengahan tahun 2021. Bahkan, pemerintah harus melakukan pembatasan sosial (PPKM) untuk menurunkan kasusnya.

Belum jelas apakah pemerintah akan kembali menarik rem darurat ini. Namun, yang penting Sri Mulyani menekankan akan terus mempersiapkan kapasitas penanganan kesehatan, seperti rumah sakit, tenaga kesehatan, obat-obatan, termasuk antisipasi oksigen, masker di tingkat RS maupun di masyarakat. (Bidara Pink)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Jawaban Sri Mulyani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.