Pemerintah Lirik Pajak Gender, Wanita Cuti Hamil Bisa Dapat Insentif?

Kompas.com - 28/01/2022, 18:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia bakal membahas pajak berbasis gender dalam forum G20. Pajak berbasis gender ini nantinya akan memberikan insentif kepada kaum wanita, termasuk ketika cuti hamil dan melahirkan.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengungkapkan, kebijakan pajak berbasis gender ini sudah dibahas paralel, bukan hanya di dalam forum G20 tapi di dalam negeri sendiri. Namun, hal tersebut baru berupa wacana-wacana.

"Nanti juga akan masuk dalam salah satu side event kita (di dalam forum G20) isu soal pajak. Di Indonesia mungkin ada arah ke sana, formulasinya yang nanti juga kita pikirkan," kata Yustinus dalam diskusi media di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Pemerintah Sebut OECD Usulkan Pembahasan soal Pajak Gender

Yustinus menjelaskan, pajak berbasis gender sudah diadopsi oleh negara-negara maju. Di Singapura, wanita berpenghasilan dan merawat bayi mendapat besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dua kali lipat lebih tinggi dibanding warga biasa.

Adapun di Afrika, pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk popok bayi. Hal ini akan menjadi contoh untuk negara lain yang belum mengadopsi pajak gender.

"Ini simpel kesannya, tapi maknanya luar biasa. Ada keberpihakan untuk soal-soal seperti ini. Nah ini juga yang terus kita afirmasi. Karena (pekerja wanita) kan sudah harus ngurus anak (juga) harus bekerja. Jadi dikasih subsidi, dikasih tunjangan oleh pemerintah," ucap Yustinus.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, Wempi Saputra menuturkan, pajak berbasis gender merupakan inisiasi dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dia menjelaskan, forum G20 akan membahas 6 agenda pajak internasional, yaitu paket kebijakan pajak (tax packadge), insentif pajak, tax and development, tax and environment, serta tax and gender.

Pada Februari ini, OECD akan memberikan studi awal mengenai tax and gender, sementara presentase inclusive framework akan dimulai pada Juni 2022.

"Jadi bahasannya spesifik untuk tax and gender. Kalau ini menjadi kesepakatan dalam forum G20 dan bisa diadopsi oleh forum G20, itu jadi suatu legacy (dari presidensi G20 Indonesia)," ucap Wempi.

Baca juga: Wamenkeu Sebut Pajak Jadi Alat untuk Menjaga Dunia Usaha

Dia mengilustrasikan satu contoh insentif yang bisa diberikan, yakni proteksi penghasilan pekerja wanita yang tengah hamil dan melahirkan meski sedang cuti. Jika insentif tersebut tak cukup, pemerintah juga bisa memfasilitasi biaya perawatan anak.

Kendati demikian, insentif tersebut masih perlu digodok lebih lanjut. Yang jelas dalam forum G20, ada beberapa afirmasi kebijakan yang diperjuangkan untuk mengadopsi pajak gender.

"Ini hanya contoh ilustrasi, ini akan digali bentuk-bentuk (pajak gender) yang ada di negara maju bagaimana? Apakah cukup dengan child care, apakah cukup dengan masalah maternity leave tadi, atau mungkin justru beyond dari itu," tandas Wempi.

Baca juga: Ditjen Pajak: PPS Itu Kesempatan, Kami Punya Data Sampai Luar Negeri...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlalu Banyak Pupuk Kimia, 72 Persen Lahan Pertanian RI Kini Kritis

Terlalu Banyak Pupuk Kimia, 72 Persen Lahan Pertanian RI Kini Kritis

Whats New
Apakah Fasilitas Kendaraan Kantor Termasuk Natura yang Dipajaki?

Apakah Fasilitas Kendaraan Kantor Termasuk Natura yang Dipajaki?

Whats New
Biaya dan Syarat Nikah Terbaru di KUA Tahun 2022

Biaya dan Syarat Nikah Terbaru di KUA Tahun 2022

Spend Smart
Full Cashless, Ini Cara Beli Tiket Kapal Jepara–Karimunjawa 2022

Full Cashless, Ini Cara Beli Tiket Kapal Jepara–Karimunjawa 2022

Spend Smart
Hari Senin Diperkirakan Padat Imbas Rute Baru KRL, 3 Kereta 'Standby' di Bukit Duri

Hari Senin Diperkirakan Padat Imbas Rute Baru KRL, 3 Kereta "Standby" di Bukit Duri

Whats New
Terowongan 'Headrace' Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Terowongan "Headrace" Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Whats New
Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Whats New
Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Whats New
Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Smartpreneur
BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

Whats New
RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

Whats New
Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Whats New
Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Whats New
Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Earn Smart
Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.