Bahlil: Kolaborasi Investor dan Pengusaha Daerah Bisa Cegah Monopoli

Kompas.com - 31/01/2022, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kolaborasi antara investor asing atau investor besar dengan pengusaha daerah dan UMKM akan dapat memangkas monopoli.

Menurutnya, kebijakan tersebut menegaskan pemerataan pertumbuhan baik dari sisi pemerataan pertumbuhan wilayah maupun dalam pembagian akses ekonomi.

"Kolaborasi antara investasi asing, investasi nasional yang besar-besar dengan pengusaha nasional yang ada di daerah dan UMKM ini kita lakukan dalam rangka untuk pangkas kecenderungan terjadinya monopoli," katanya secara daring dalam Webinar Competition Outlook 2022 di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Bahlil mengatakan, dahulu ketika ada investasi masuk, baik dari Jakarta maupun asing, peluang tersebut diambil oleh pengusaha nasional yang ada di Jakarta, bukan oleh pengusaha nasional di daerah tersebut.

"Contoh katakanlah ada satu pembangunan industri yang akan masuk Maluku, Papua, Sulawesi. Kami minta dengan kebijakan kami itu, harus kolaborasi dengan pengusaha di daerah. Pengusaha Maluku, pengusaha Papua, pengusaha Sulawesi. Tapi bukan pengusaha Sulawesi, Papua yang ada di Jakarta. Kalau ini yang terjadi, lu lagi, lu lagi," katanya.

Oleh karena itu, Bahlil pun mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk terus melakukan pengawasan terhadap seluruh lini bisnis. Hal itu menurutnya, penting untuk mendorong pemerataan dan distribusi ekonomi.

Baca juga: Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

"Karena kalau tidak terjadi pengawasan yang baik akan terjadi monopoli dan kalau terjadi monopoli itu akan menyebabkan oligarki ekonomi dan itu sangat tidak bagus dalam perkembangan ekonomi sebuah negara," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil juga mendorong penciptaan pengusaha baru di tanah air. Saat ini total pengusaha nasional di Indonesia baru mencapai sekitar 3,4 persen dari total penduduk.

Idealnya, jumlah pengusaha nasional di suatu negara harus mencapai dua digit untuk bisa meningkatkan pendapatan per kapita dari 4.000 dollar AS menjadi 12 ribu dollar AS.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengemukakan hanya ada dua cara untuk bisa meningkatkan pendapatan per kapita penduduk. Pertama, dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional agar mereka dapat upah yang wajar. Serta kedua, mendorong anak muda atau masyarakat menjadi entrepreneur.

"Menjadi entrepreneur bukan hanya punya kemampuan tapi juga peluang. Peluang itu ada dua, diciptakan atau datang sendiri. Namun, baik diciptakan atau datang sendiri, kehadiran negara itu penting untuk membangun sekat atau aturan main agar mereka diberi kesempatan," kata Bahlil.

Baca juga: Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Geram Minyak Sawit RI Diatur Malaysia: yang Benar Sajalah...!

Luhut Geram Minyak Sawit RI Diatur Malaysia: yang Benar Sajalah...!

Whats New
Milenial, Simak Tips Mengatur Uang secara Bijak

Milenial, Simak Tips Mengatur Uang secara Bijak

Spend Smart
Lima Tips Cuan 'Trading' Kripto Saat Kondisi Pasar Cenderung Turun

Lima Tips Cuan "Trading" Kripto Saat Kondisi Pasar Cenderung Turun

Earn Smart
Risiko Global Meningkat, Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Harus Waspada

Risiko Global Meningkat, Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Harus Waspada

Whats New
Harga Cabai hingga Bawang Naik, Luhut: Saya Usul Bupati Bikin Pertanian Kecil...

Harga Cabai hingga Bawang Naik, Luhut: Saya Usul Bupati Bikin Pertanian Kecil...

Whats New
Kini Berusia 57 Tahun, Telkom Siap Bawa Indonesia Menuju Transformasi Digital

Kini Berusia 57 Tahun, Telkom Siap Bawa Indonesia Menuju Transformasi Digital

Rilis
Kurangi Emisi 30 Persen pada 2030,  Ini Strategi Freeport Indonesia

Kurangi Emisi 30 Persen pada 2030, Ini Strategi Freeport Indonesia

Whats New
Pasar Kripto Dalam Tren 'Bearish', Tokocrypto Gratiskan Biaya 'Trading' dan Beli Bitcoin

Pasar Kripto Dalam Tren "Bearish", Tokocrypto Gratiskan Biaya "Trading" dan Beli Bitcoin

Whats New
Pemerintah Berkomitmen Kembangkan Literasi Keuangan bagi Petani hingga Nelayan

Pemerintah Berkomitmen Kembangkan Literasi Keuangan bagi Petani hingga Nelayan

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Masih di Level Rp 15.000 per Dollar AS

IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Masih di Level Rp 15.000 per Dollar AS

Whats New
Ke Depan, WNI Tak Perlu Tukar Uang Jika Pergi ke 4 Negara ASEAN Ini

Ke Depan, WNI Tak Perlu Tukar Uang Jika Pergi ke 4 Negara ASEAN Ini

Whats New
PMN Lambat Cair, Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Mundur

PMN Lambat Cair, Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Mundur

Whats New
Konsorsium GMR-AP II Resmi Kelola Bandara Kualanamu, Ini Harapan Erick Thohir dan Menhub Budi Karya

Konsorsium GMR-AP II Resmi Kelola Bandara Kualanamu, Ini Harapan Erick Thohir dan Menhub Budi Karya

Whats New
69 Delegasi akan Menghadiri Pertemuan Jalur Keuangan G20 Pekan Depan

69 Delegasi akan Menghadiri Pertemuan Jalur Keuangan G20 Pekan Depan

Whats New
Ini 5 Faktor Penyebab Harga Emas Naik Turun

Ini 5 Faktor Penyebab Harga Emas Naik Turun

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.