Isu Permen Yupi Mengandung Babi, Manajemen: Tidak Berdasar, Itu Hoaks!

Kompas.com - 03/02/2022, 15:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini beredar kabar yang kembali mencuat mengenai halal haram produk permen Yupi dari PT Yupi Indo Jelly Gum. Yupi disebut-sebut mengandung minyak babi sehingga kehalalan produknya dipertanyakan.

Direktur Marketing dan Sales PT Yupi Indo Jelly Gum, Juliwati Husman menegaskan, kabar tersebut adalah kabar bohong (hoaks) yang tidak berdasar. Kabar ini memang sudah pernah menyerang perusahaan pada tahun 2016 lalu.

Sebagai perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 25 tahun, manajemen mengaku sudah belajar banyak dari pengalaman produksinya.

Baca juga: Investasi Saham Haram? Ini Pendapat Sandiaga Uno

"Jadi berita ini tentunya tidak berdasar dan kami sebut ini adalah hoaks. Ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kegelisahan di masyarakat dan konsumen-konsumen Yupi yang meminta kami untuk memberikan klarifikasi, bahwa berita tersebut tidak benar," kata Juliwati dalam konferensi pers, Kamis (3/2/2022).

Juliwati menuturkan, Yupi sudah mendapat pengakuan dan beberapa izin sertifikasi untuk semua varian yang beredar di pasaran, termasuk ketetapan halal yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Asal tahu saja, Yupi sudah mendapat ketetapan halal sejak tahun 2012. Bahkan tahun ini, perseroan memasuki tahap perpanjangan ketetapan halal untuk kesekian kalinya.

"Saat ini dalam proses tahapan perpanjangan. Tentunya (kabar bohong ini) memberikan pengaruh yang kurang baik bagi masyarakat dan tentunya Yupi yang menjadi korban," ucap Juliwati.

Direktur Pelayanan Audit Halal LPPOM MUI, H. Muslich, membenarkan, ketetapan halal sudah didapat Yupi sejak tahun 2012. Saat ini, perseroan tengah memperpanjang ketetapan halal tersebut.

Menurut Muslich, ketetapan halal Yupi akan keluar sekitar minggu depan yang berlaku untuk 4 tahun ke depan. Setelah itu, ketetapan halal akan dikirim ke BPJPH untuk mendapat sertifikasi halal yang berlaku selama 4 tahun pula.

"Jadi kalau dimulai dari 2012 memang perpanjangan yang sekarang dilakukan oleh Yupi itu adalah perpanjangan keenam. Memang betul. Ini minggu depan akan selesai ketetapan halalnya yang berlaku 4 tahun," beber Muslich.

Baca juga: Pemerintah Ingin Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia, Bagaimana Caranya?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.