Pemerintah Ubah Rumah Warga di Kawasan Danau Toba Jadi Homestay

Kompas.com - 03/02/2022, 21:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merenovasi rumah warga di kawasan wisata Danau Toba agar layak untuk dijadikan homestay.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau lokasi sarana hunian pariwisata berupa homestay yang berlokasi di Desa Lumban Suhi-Suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Kamis (3/2/2022).

"Prinsipnya adalah mengubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional," katanya melalui keterangan terulis.

Baca juga: SKK Migas Ungkap Rencana Pengeboran Ulang 725 Sumur Minyak

Secara detail, Basuki menjelaskan, homestay di Desa Lumban Suhi-Suhi dibangun 2 klaster dengan penerima bantuan 17 KK dengan biaya APBN sebesar Rp 1,9 miliar. Keberadaan homestay ini bisa menjadi alternatif hunian bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Kampung Ulos Hutaraja, Tano Ponggol, Aek Rangat, Bukit Holbung, Batu Hoda, dan Sibea-bea.

Di Kabupaten Samosir, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera II, Direktorat Jenderal Perumahan juga meningkatkan kualitas rumah warga sekitar Kampung Ulos Siallagan, Desa Lumban Siallagan sebanyak 49 KK. Pembangunannya dilaksanakan selama satu tahun pada 2020 dengan anggaran sebesar Rp 5,63 miliar.

Homestay Lumban Siallagan dapat menjadi alternatif hunian bagi wisatawan berkunjung ke Batu Kursi Raja Siallagan, Pantai Pasir Putih, Museum Batak, Danau Sidihoni, dan Bukit Simarjarunjung. Konsep bangunan rumah yang dibangun untuk homestay seluruhnya mengadopsi kearifan lokal masyarakat Suku Batak seperti Rumah Bolon.

Baca juga: Persiapkan Biaya Naik Haji, Simak Cara Buka Tabungan Haji di BNI

Secara keseluruhan, dukungan peningkatan kualitas hunian masyarakat untuk mendukung pariwisata Danau Toba sebanyak 1.799 unit. Dengan rincian homestay 569 unit, workshop 1 unit, toko 4 unit, kuliner 300 unit, lainnya 3 unit, dan penataan di sepanjang koridor.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sumut. Adapun agenda Kepala Negara tersebut di antaranya peresmian sejumlah infrastruktur di sana, pemberian bantuan kepada pedagang, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial dan Tanah Objek Reforma Agraria kepada masyarakat Sumut.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rasa bahagianya lantaran tanah kelahirannya kini telah direvitalisasi menjadi lebih baik. Terlebih Danau Toba, termasuk salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

"Sebagai orang asli Batak, tentunya saya bahagia melihat Tanah Toba yang merupakan tanah kelahiran saya, saat ini menjadi lebih indah dan maju sehingga menjadi salah satu kawasan Destinasi Wisata Super Prioritas. Namun, saya akan merasa jauh lebih bahagia jika seluruh stakeholders memperhatikan aspek kelestarian dan kontribusi terhadap pengurangan dampak perubahan iklim," ungkapnya.

Selain infrastruktur, kata Luhut, sebuah destinasi wisata juga perlu dikenalkan oleh seluruh wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara. Ia berkeinginan mengadakan perhelatan internasional di wilayah Danau Toba untuk memperkenalkan destinasi wisata di daerah tersebut.

Baca juga: Kementan: Kelangkaan Pupuk Subsidi Terjadi karena Jumlahnya Kurang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.