Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menko Airlangga: Pemerintah Bakal Turunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem di 212 Wilayah

Kompas.com - 08/02/2022, 17:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di 212 wilayah di Indonesia.

Hal ini merupakan bagian dari target menurunkan kemiskinan ekstrem mencapai nol sampai tahun 2024. Program tersebut juga dirancang mengurangi tingkat kemiskinan akibat pandemi Covid-19.

"Di tahun 2022, pemerintah mendorong tingkat kemiskinan yang masih terdapat di 16 provinsi, didorong agar diberikan langkah-langkah. Karena itu di 2022 ini, 212 wilayah yang memiliki kemiskinan ekstrem dapat diturunkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Perkuat Modal, BTN Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun pada Kuartal II-2022

Mantan Menteri Perindustrian ini mengungkapkan, pemerintah sudah menyiapkan beberapa program untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem. Salah satu program yang berhasil menekan tingkat kemiskinan adalah program Perlindungan Ekonomi Nasional (PEN) dalam klaster perlindungan sosial.

Program tersebut telah menurunkan tingkat kemiskinan dari 10,14 persen menjadi 9,71 persen pada September 2021. Demikian pula tingkat pengangguran yang turun menjadi 6,49 persen.

"Ini membuktikan kebijakan yang dilakukan pemerintah sejalan dengan penyelenggaraan program untuk mengurangi pengangguran. Kalau kita lihat secara tahunan, Agustus 2020 dari 29 juta (pengangguran) sudah ada 7,5 juta orang yang masuk kembali ke lapangan pekerjaan," beber Airlangga.

Di tahun 2022, pihaknya tetap mengalokasikan program PEN dengan anggaran sebesar Rp 455,62 triliun. Program ini dikerucutkan menjadi 3 klaster dari sebelumnya 5 klaster, yakni penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Mendag Sebut Agenda WTO Sempat Terganggu gara-gara Ada Menteri Asal Afrika Belum Divaksin

Khusus perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, BLT Desa, dan bansos-bansos lainnya.

"Kemudian program pemulihan ekonomi yang kemarin terhambat karena Delta, yaitu padat karya didorong kembali, pariwisata, UMKM, termasuk insentif untuk UMKM," ucap dia.

Sebagai pelengkap, pemerintah mendorong front loading beberapa kebijakan fiskal di awal tahun ini, termasuk diskon pajak pembelian mobil dan motor hingga diskon pajak pembelian rumah tapak dan rumah susun.

"Kita tahu triwulan I tahun lalu (pertumbuhan ekonomi) -0,7 persen, dan tentu di triwulan I 2022 ini kita berharap akan terus kita dorong agar beberapa program didahulukan, agar triwulan I (ekonomi) kita bisa tumbuh positif," tandas Airlangga.

Baca juga: Kala Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijuluki Kereta Halim-Padalarang...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Whats New
Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Whats New
Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Rilis
Temukan Ada Distributor yang 'Bundling' Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Temukan Ada Distributor yang "Bundling" Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Whats New
Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Whats New
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Whats New
Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Whats New
Investasi Asing Meningkat, BI Soroti Tantangan di Sektor Hilirisasi SDA

Investasi Asing Meningkat, BI Soroti Tantangan di Sektor Hilirisasi SDA

Whats New
Cegah Perdagangan Orang, Bagaimana 'Update' Pembahasan RUU PPRT?

Cegah Perdagangan Orang, Bagaimana "Update" Pembahasan RUU PPRT?

Whats New
Minyakita Dijual Melebihi HET, KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin

Minyakita Dijual Melebihi HET, KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin

Whats New
IFG Holding Cetak Laba Bersih Rp 3,44 Triliun Tahun 2022

IFG Holding Cetak Laba Bersih Rp 3,44 Triliun Tahun 2022

Whats New
BSM Umat Resmi Jadi BSI Maslahat

BSM Umat Resmi Jadi BSI Maslahat

Whats New
Antisipasi Tingginya Kebutuhan Pupuk, Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas dari Lapangan JTB

Antisipasi Tingginya Kebutuhan Pupuk, Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas dari Lapangan JTB

Whats New
Bakal Berhenti Beroperasi pada 31 Maret, Siapa Pemilik JD.ID?

Bakal Berhenti Beroperasi pada 31 Maret, Siapa Pemilik JD.ID?

Whats New
Evaluasi Mingguan Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia Dinilai Tepat

Evaluasi Mingguan Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia Dinilai Tepat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+