Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Melaju di Zona Hijau

Kompas.com - 09/02/2022, 09:31 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (9/2/2022). Demikian juga dengan rupiah yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.821,08, atau naik 31,56 poin (0,46 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.789,52.

Sebanyak 229 saham melaju di zona hijau dan 130 saham di zona merah. Sedangkan 203 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,07 triliun dengan volume 3,05 miliar saham.

Baca juga: Adik Prabowo Subianto Jawab Tudingan Dapat Jatah Proyek di IKN

Sementara itu, bursa Asia mayoritas hijau dengan kenaikan indeks Strait Times 0,1 persen, Hang Seng Hong Kong 1,6 persen, dan Nikkei 0,78 persen, Shanghai Komposit melemah 0,05 persen.

Sedangkan Wall Street hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,97 persen, S&P 500 sebesar 0,68 persen, dan Nasdaq 1 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low namun inidkator stochastic menunjukkan deadcross.

“Pola tersebut mengindikasikan rentang penguatan sudah terbatas dan berpotensi kembali terkoreksi. Investor juga akan lebih konservatif di tengah pekan jelang RDG dan Penetapan suku bunga oleh Bank Indonesia,” kata Dennies.

Baca juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.10 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.378 per dollar AS, atau naik 21 poin (0,15 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.399 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah ini didorong oleh sentimen penguatan indeks saham Asia, AS dan Eropa. Hal ini tidak terlepas dari optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi masih mendukung sentimen positif tersebut.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa menguat tipis hari ini terhadap dollar AS karena positifnya sentimen pasar terhadap aset berisiko pagi ini,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah masih besar. Tekanan ini karena beberapa faktor seperti faktor kenaikan inflasi, kenaikan harga minyak mentah, ekspektasi kebijakan pengetatan Bank Sentral AS yang agresif dan penularan Covid-19 yang meningkat di tanah air.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.370 per dollar AS sampai dengan Rp 14.420 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.