Waspada Investasi Bodong, BRI Tegaskan Tak Sediakan Kanal Pembayaran untuk Binomo

Kompas.com - 09/02/2022, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik investasi ilegal berkedok binary option belakangan ramai disorot oleh banyak pihak. Sudah banyak pengguna binary option yang mengaku merugi dengan nominal besar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun turut menghimbau masyarakat agar mewaspadai kasus penipuan berkedok investasi. Bank dengan kode emiten BBRI itu meminta masyarakat untuk waspada terhadap platform binary option, Binomo.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, pihaknya tidak memiliki kerja sama langsung dengan Binomo. Oleh karenanya, BRI memastikan tidak menyediakan kanal pembayaran menggunakan BRI Virtual Account (BRIVA) dan Internet Banking BRI untuk binary option, termasuk Binomo.

Baca juga: Bappebti Blokir 1.222 Platform Trading Ilegal, Ada Binomo, Olymptrade, dan SmartX

"Nasabah kami imbau untuk berhati-hati dalam memberikan data pribadi termasuk user ID dan Password Internet Banking BRI di aplikasi apapun," ujar Aestika, dalam keterangannya, Selasa (8/2/2022).

Lebih lanjut, Aestika menyebutkan, perseroan akan terus melakukan monitoring dan penelusuran lebih lanjut hingga ke mitra. Ia memastikan, BRI beroperasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Asal tahu saja, Satgas Waspada Investasi (SWI) beberapa waktu lalu menyatakan, Binomo merupakan salah satu kegiatan ilegal di Indonesia karena tidak mempunyai izin sebagai pialang berjangka komoditi di Indonesia.

Dengan cara kerjanya, Binomo bahkan dinilai banyak pihak lebih mirip dengan praktik judi ketimbang trading.

"Dalam menjalankan operasional perbankan, BRI senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menerapkan Good Corporate Governance (GCG)," ucap Aestika.

Baca juga: Sudah Diblokir dari Tahun Lalu, Kenapa Binary Option Masih Marak?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.