Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Tingkatkan Literasi Finansial, Ketahui Ciri-ciri Saham Gorengan dan Blue Chip

Kompas.com - 14/02/2022, 08:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Perusahaan ini biasanya menjual produk-produk berkualitas dan sudah digunakan oleh banyak orang.

Mereka juga dikenal dengan rekam jejaknya yang stabil. Bahkan, pergerakannya sangat berpengaruh bagi ekonomi suatu wilayah.

Saham jenis ini sangat memengaruhi indeks saham gabungan. Sebut saja, BCA. Apabila saham ini turun hanya satu persen, pasti indeks saham gabungan juga ikut turun.

Meskipun begitu, saham blue chip sangat aman digunakan untuk para investor pemula karena memiliki grafik yang stabil.

Ciri-ciri saham gorengan dan blue chip

Saham gorengan sebenarnya bisa dimiliki oleh perusahaan mana saja, bahkan BUMN sekali pun.

Untuk membedakannya, saham ini biasanya memiliki grafik yang naik-turunnya fluktuatif.

Contohnya, gamestock yang tiba-tiba keuntungannya naik hingga 8.000 persen karena ramai diperbincangkan.

Bahkan, dalam artikel Kompas, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan terdapat 41 saham terindikasi merupakan saham gorengan atau saham berkualitas rendah.

Oleh karena itu, agar tak keliru, kita bisa melakukan pengecekan saham melalui situs-situs resmi, seperti PT Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, untuk mengetahui saham blue chip itu sangatlah mudah. Oleh karena ia terdiri atas perusahaan besar, ciri-ciri yang bisa dikenali, yaitu pasti memiliki kantor, produknya sudah dikenal masyarakat luas, dan terdaftar secara resmi di bursa efek.

Sebenarnya, berinvestasi di saham gorengan tak ada salahnya. Akan tetapi, risiko yang ditimbulkan pasti lebih besar daripada berinvestasi di saham blue chip.

Hal ini bisa terjadi karena saham gorengan itu memiliki volume yang kecil sehingga lebih mudah dimanipulasi. Selain itu, harga sahamnya cenderung lebih murah.

Jadi, boleh saja mencoba berinvestasi di saham gorengan. Namun, jangan menggunakannya sebagai investasi jangka panjang karena saham ini memiliki grafik tak stabil.

Apabila kenaikannya dirasa sudah cukup besar, seperti dari 5 persen ke 10 persen, kita harus langsung mengambil keuntungan pada saat itu juga.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bank DKI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 hingga 30 Juni 2024, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bank DKI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 hingga 30 Juni 2024, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Rilis Daftar 11 Komoditas dengan Perubahan Lartas, Apa Saja?

Kemendag Rilis Daftar 11 Komoditas dengan Perubahan Lartas, Apa Saja?

Whats New
Wafatnya Presiden Iran Diyakini Tak Berdampak Signifikan ke Perekonomian Global

Wafatnya Presiden Iran Diyakini Tak Berdampak Signifikan ke Perekonomian Global

Whats New
Anomali Harga Emas yang Terus-terusan Cetak Rekor Tertinggi

Anomali Harga Emas yang Terus-terusan Cetak Rekor Tertinggi

Whats New
Menhub Curhat Kurangnya Komitmen Pemda Bangun Transportasi Massal

Menhub Curhat Kurangnya Komitmen Pemda Bangun Transportasi Massal

Whats New
Demi Jaga Integritas Perkebunan, Kementan Adakan Sosialisasi SPI

Demi Jaga Integritas Perkebunan, Kementan Adakan Sosialisasi SPI

Whats New
Kementerian BUMN Beberkan Penyebab Terjadinya Indikasi Korupsi di Biofarma

Kementerian BUMN Beberkan Penyebab Terjadinya Indikasi Korupsi di Biofarma

Whats New
Jadwal Operasional BCA Selama Libur 'Long Weekend' Waisak 2024

Jadwal Operasional BCA Selama Libur "Long Weekend" Waisak 2024

Whats New
14 Etika E-mail Profesional yang Perlu Diketahui

14 Etika E-mail Profesional yang Perlu Diketahui

Work Smart
Ini Penyebab Indofarma Mandek Bayar Gaji Karyawan

Ini Penyebab Indofarma Mandek Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Singapura Promosikan Diri Jadi Tuan Rumah Konferensi dan Pameran

Singapura Promosikan Diri Jadi Tuan Rumah Konferensi dan Pameran

Whats New
Bank DKI Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Bank DKI Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Belanda Mau Investasi Energi Terbarukan di RI Senilai Rp 10,16 Triliun

Belanda Mau Investasi Energi Terbarukan di RI Senilai Rp 10,16 Triliun

Whats New
Mau Bangun KRL Surabaya-Sidoarjo, Menhub Gandeng Bank Pembangunan Jerman

Mau Bangun KRL Surabaya-Sidoarjo, Menhub Gandeng Bank Pembangunan Jerman

Whats New
Gandeng TKDN, Pupuk Kaltim Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Armada

Gandeng TKDN, Pupuk Kaltim Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Armada

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com