Beli Token Listrik Bisa Dapat Berapa kWh? Ini Cara Hitungnya

Kompas.com - 14/02/2022, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan listrik PLN bisa didapat salah satunya dengan membeli token listrik. Namun perlu diketahui, pengisian token listrik prabayar PLN tidak seperti membeli pulsa telepon selular.

Sebab, pengisian token listrik akan dikonversikan ke dalam kilowatt hour (kWh) sesuai tarif listrik yang berlaku, bukan dalam nominal rupiah seperti ketika membeli pulsa telepon selular.

Hal ini pun kerap menjadi pertanyaan tentang berapa besaran kWh yang diperoleh dari nominal rupiah yang dibayarkan pelanggan. Lalu bagaimana caranya mengitungnya?

Baca juga: Cara Mengisi Token Listrik PLN dengan Mudah dan Cepat

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, pelanggan memang bisa menghitung sendiri berapa kWh yang didapat atas pembelian token prabayar.

Langkah pertama untuk menghitungnya yaitu dengan mengetahui patokan tarif listrik per kWh. Misalnya, tarif listrik bagi 13 pelanggan nonsubsidi.

Hingga Februari 2022, patokan tarif listrik pelanggan nonsubsidi yaitu:

  1. RI 900 VA (RTM) Rp 1.352/kwh
  2. RI 1.300 VA Rp 1.444/kwh
  3. RI 2.200 VA Rp 1.444/kwh
  4. R2 3.500-5.500 VA Rp 1.444/kwh
  5. R3 6.600 VA ke atas Rp 1.444/kwh
  6. B2 6.600-200 KVA Rp 1.444/kwh
  7. B3 di atas 200 KVA Rp 1.035/kwh
  8. I3 TM di atas 200 KVA-30.000 KVA Rp 1.035/kwh
  9. I4 TT 30 MVA ke atas Rp 996/kwh
  10. P1 6.600 VA -200 KVA Rp 1.444/kwh
  11. P2 di atas 200 KVA Rp 1.035/kwh
  12. P3/TR Rp 1.444/kwh
  13. L/TR/TM Rp 1.644/kwh.

Baca juga: Syarat dan Cara Tambah Daya Listrik PLN

Namun, selain mengacu pada tarif listrik, ada aspek lain yang jadi komponen dasar penghitungan yaitu pajak penerangan jalan (PPJ) yang besarannya bervariasi dan diatur oleh masing-masing pemerintah daerah setempat yaitu antara 3 persen sampai dengan 10 persen.

Berikut contoh simulasi perhitungannya: 

Jika pelanggan hendak membeli pulsa listrik dengan nilai sebesar Rp 50.000 di Jakarta dengan penggunaan daya 1.300 VA. Jika PPJ Jakarta 3 persen, maka perhitungannya sebagai berikut:

  • Harga token: Rp 50.000
  • PPJ 3 persen: Rp 1.500
  • Tarif dasar listrik: Rp 1.444,70

Maka besaran token yang bisa didapat:

(Rp 50.000 - Rp 1.500)/Rp 1.444,70 = 33,57 kWh

Jadi, dengan pembelian token listrik Rp 50.000 untuk golongan pelanggan 1.300 VA nonsubsidi di Jakarta, daya yang didapat sebesar 33,57 kWh.

"Di luar nominal rupiah pembelian listrik, terdapat juga biaya admin bank untuk setiap transaksi. Khusus untuk transaksi pembelian token listrik prabayar di atas Rp 5.000.000, ada tambahan biaya materai Rp 10.000," pungkas Agung.

Baca juga: Cara Melakukan Pengaduan PLN saat Mengalami Gangguan Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.