Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBNI, BBCA, dan TLKM

Kompas.com - 15/02/2022, 15:50 WIB
Kiki Safitri,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/2/2022). Dalam pergerakannya hari ini, IHSG tidak sekalipun menyentuh zona merah.

IHSG ditutup naik 73 poin (1,08 persen) pada 6.807,49. Asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 968,01 miliar pada perdagangan hari ini.

Melansir RTI, terdapat 268 saham yang hijau, 251 saham merah, dan 160 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 13,6 triliun dengan volume 24,25 miliar saham.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBNI, ASII, dan BBCA

Sementara itu, net buy asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp 251,4 miliar. BBNI selama sesi II perdagangan menguat 2,9 persen di level Rp 7.925 per saham. BBNI mecatatkan total transaksi Rp 538,3 miliar dengan volume 68,2 juta saham.

Kemudian, Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan aksi beli bersih asing tertinggi sebesar Rp 113,7 miliar. Saham BBCA menguat 2,27 persen di level Rp 7.875 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA mencapai 55,6 juta saham dengan total transaksi Rp 434,4 miliar.

Telkom Indonesia (TLKM) juga mencatatkan net buy asing tertinggi setelah BBNI dan BBCA, senilai Rp 68,8 miliar. TLKM menguat 0,23 persen di level Rp 4.410 per saham. Adapun volume perdagangan TLKM sebesar 75,3 juta saham dengan total transaksi Rp 331,3 miliar.

Baca juga: Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Menguat

Saham yang menopang indeks dipimpin oleh, saham Mahaka Media (ABBA) yang meroket 25 persen di level Rp 500 per saham. Kemudian, Astra Agro Lestari (AALI) menguat 5,8 persen di level Rp 10.900 per saham. Selanjutanya Merdeka Copper Gold (MDKA) juga naik 3,01 persen di level Rp 3.760 per saham.

Saham yang menahan indeks hari ini antara lain, Bank Amar (AMAR) yang ambles 3,9 persen di level Rp 388 per saham. Kemudian, First Media (KBLV) juga merosot 2,3 persen di level Rp 420 per saham. Selanjutnya, saham Net Visi Media (NETV) juga terperosok 1,5 persen di level Rp 655 per saham.

Bursa Asia mixed, dengan kenaikan Strait Times 0,01 persen, dan Shanghai Komposit 0,5 persen. Sementara itu, Nikkei melemah 0,79 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,82 persen.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot sore ini menguat.

Berdasarkan Bloomberg, mata uang garuda berada di level Rp 14.299 per dollar AS atau naik 26,5 poin (0,19 persen).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.292 per dollar AS pada Selasa (15/2/2022), atau menguat dibandingkan sebelumnya Rp 14.338 per dollar AS.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Dinilai Akan Berdampak pada Produk Ritel

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

Whats New
Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Whats New
Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Whats New
Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Work Smart
Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: Untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: Untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Whats New
Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com