Hadapi Pandemi Masa Depan, Negara G20 Bakal Bentuk Dana Kesehatan Global

Kompas.com - 17/02/2022, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, negara anggota G20 akan merumuskan pembentukan dana kesehatan global untuk menangani pandemi di masa depan.

Bendahara negara ini mengungkapkan, pembentukan dana tersebut adalah salah satu usulan dari tiga prioritas utama memperkuat arsitektur kesehatan global. Penguatan arsitektur kesehatan global sendiri merupakan satu dari tiga pilar yang menjadi agenda presidensi G20 Indonesia.

"kita akan membahas modalitas-modalitas keuangan yang dimungkinkan dan mengidentifikasi cara-cara ke depan yang menjanjikan nilai tambah paling besar bagi kontributor-kontributor dan penerima-penerima manfaat," kata Sri Mulyani dalam High-Level Seminar 1st FMCBG G20 Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Sambut Delegasi G20, Sri Mulyani: Selamat Datang, Jakarta Sangat Hijau

Wanita yang karib disapa Ani ini menuturkan, memperkuat arsitektur kesehatan global akan menjadi suatu pekerjaan yang menantang. Pasalnya dalam mewujudkan hal itu, seluruh negara anggota G20 harus memiliki komitmen kuat dan investasi yang lebih besar.

Kendati demikian, investasi yang besar juga dibarengi dengan manfaat yang besar. Tersedianya dana kesehatan global membuat seluruh negara lebih siap menghadapi pandemi.

Efeknya, akan mengurangi dampak negatif pada bidang sosial dan ekonomi seperti yang terjadi dalam dua tahun belakangan selama pandemi Covid-19. Asal tahu saja, Indonesia sudah menggelontorkan dana hingga Rp 656,3 triliun untuk menangani pandemi. Defisit pun melonjak hingga mencapai 6 persen di tahun 2020.

"Investasi yang lebih besar dari sebelumnya diperlukan untuk bagaimana kita mengatasi konsekuensi yang dihadirkan oleh pandemi dan memitigasi dampak-dampaknya," ucap Ani.

Adapun dana itu disebut Pandemic Prevention, Prepareness, and Response (PPR). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, dana itu dibutuhkan lantaran semua negara butuh gerak cepat ketika pandemi kembali terjadi.

Pun jika ada yang mengalami kesulitan keuangan dalam mengatasi krisis kesehatan, dana tersebut bisa dimanfaatkan.

"Membentuk dana global dan ini sebenarnya kelanjutan dari sahabat saya Roberto (Menteri Kesehatan Italia) saat keketuaan G20 Italia. Di dunia jika ada yang mengalami kesulitan keuangan kita dapat membantunya dengan cepat," beber Budi.

Sementara itu dua prioritas lainnya adalah harmonisasi standar protokol kesehatan global serta perluasan manufaktur vaksin dan obat-obatan di negara-negara manapun agar akses therapeutic merata di dunia.

Baca juga: Sambut Forum G20, Jokowi: Winter yang Berat Benar-benar Datang...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

Whats New
Jaga Kehandalan Infrastuktur Gas Bumi, Kerja Sama Sistem Pengamanan Diperkuat

Jaga Kehandalan Infrastuktur Gas Bumi, Kerja Sama Sistem Pengamanan Diperkuat

Whats New
Bappebti Ingatkan Jual Beli Kripto di Indonesia Sudah Ada Aturannya

Bappebti Ingatkan Jual Beli Kripto di Indonesia Sudah Ada Aturannya

Earn Smart
Sempat Disebut Lebih Hemat, Apa Alasan PLN Batalkan Konversi Kompor Listrik?

Sempat Disebut Lebih Hemat, Apa Alasan PLN Batalkan Konversi Kompor Listrik?

Whats New
Jadwal KA Bandara Soekarno-Hatta Pulang Pergi Tahun 2022

Jadwal KA Bandara Soekarno-Hatta Pulang Pergi Tahun 2022

Whats New
HUT Ke-77 KAI, Simak Sederet Perubahan yang Dilakukan

HUT Ke-77 KAI, Simak Sederet Perubahan yang Dilakukan

Whats New
Program Otsuka Blue Planet, Upaya Edukasi Warga Kurangi dan Kelola Sampah Plastik

Program Otsuka Blue Planet, Upaya Edukasi Warga Kurangi dan Kelola Sampah Plastik

Whats New
Rupiah Terus Tertekan, Bisa Tembus Rp 16.000 Per Dollar AS?

Rupiah Terus Tertekan, Bisa Tembus Rp 16.000 Per Dollar AS?

Whats New
Khusus Malam Ini, Perjalanan KRL ke Berbagai Rute Dibatalkan, Cek Daftarnya

Khusus Malam Ini, Perjalanan KRL ke Berbagai Rute Dibatalkan, Cek Daftarnya

Whats New
Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh hingga 6 Persen di Kuartal III-2022

Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh hingga 6 Persen di Kuartal III-2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.