Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, BBRI, ARTO, dan HRUM Laris Dibeli Asing

Kompas.com - 21/02/2022, 12:46 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada Senin (21/2/2022). Demikian juga dengan mata uang garuda di pasar spot yang menguat.

Dilansir dari RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.900,37 atau naik 7,5 poin (0,11 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.892,81.

Sementara itu, terdapat 212 saham yang hijau, 283 saham merah dan 173 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 7,08 triliun dengan volume 16,2 miliar saham.

Baca juga: Lanjutkan Kenaikan, IHSG Tembus Level Psikologis 6.900

Siang ini, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) catatkan aksi beli bersih tertinggi sebesar Rp 138,6 miliar. Saham BBRI menguat 1,13 persen di level Rp 4.480 per saham. Adapun volume perdagangan BBRI mencapai 66,9 juta saham dengan total transaksi Rp 298,8 miliar.

Net buy asing tertinggi juga dicatatkan oleh Bank Jago (ARTO) sebesar Rp 128,4 miliar. ARTO siang ini melesat 3,2 persen di level Rp 15.950 per saham. ARTO mecatatkan total transaksi Rp 493,4 miliar dengan volume 31 juta saham.

Menyusul saham Harum Energy (HRUM) yang juga catatkan aksi beli bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 69,7 miliar. HRUM siang ini meroket 5,4 persen di level Rp 11.225 per saham. Total transaksi HRUM siang ini mencapai Rp 162,8 miliar dengan volume 14,7 juta saham.

Baca juga: IHSG Berpeluang Tembus 6.900, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Aksi jual bersih tertinggi siang ini antara lain Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Indofood Sukses Makmur (INDF) masing-masing sebesar Rp 19,5 miliar dan Rp 6,9 miliar. BBNI siang ini melemah di level Rp 7.900 per saham, demikian juga dengan INDF yang turun 1,18 di level Rp 6.300 per saham.

Gainers siang ini antara lain, Bank Neo Commerce (BBYB) yang meroket 7,5 persen di level 2.420 per saham. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) melesat 4,4 persen di level Rp 2.000 per saham, dan Bank Amar (AMAR) yang juga naik 4,05 persen di level Rp 360 per saham.

Losers siang ini antara lain, Net Visi Media (NETV) yang ambles 6,9 persen di level Rp 605 per saham, Matahari Putra Prima (MPPA) juga teperosok 6,5 persen di level Rp 286 per saham, dan Adaro Minerals (ADRO) di level Rp 1.150 per saham atau turun 4,17 persen.

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 1,16 persen, Hang Seng Hong Kong 0,65 persen, Shanghai Komposit 0,15 persen. Sementara Strait Times menguat 0,21 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak menguat. Pukul 11.58 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.324 per dollar AS atau naik 2 poin (0,02 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.326 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.