Obligasi dan Sukuk WIKA Oversubscribed 1,5 Kali, Raup Rp 2,5 Triliun

Kompas.com - 22/02/2022, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 1,5 kali dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan (PUB) II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022.

Penawaran tersebut membuat perseroan menghimpun total dana segar sebesar Rp 2,5 triliun yang terdiri dari obligasi sebesar Rp 1,75 triliun dan sukuk sebesar Rp 750 miliar.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, kelebihan permintaan itu menandakan tetap tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja WIKA yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dan optimistis untuk tetap bertumbuh ke depannya. .

Baca juga: Anak Usaha WIKA Kuasai 100 Persen Saham Produsen Motor Listrik Gesits

Ia mengungkapkan, PUB II WIKA Tahap II ini menjadi langkah strategis perseroan untuk memperbaiki debt profiling serta penyediaan modal kerja.

“Dana yang diperoleh lewat obligasi akan digunakan untuk mengubah pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang, sehingga sesuai dengan karakteristik proyek WIKA yang mayoritas merupakan proyek multiyears. Dengan demikian, rasio hutang perusahaan tetap terjaga dalam kondisi sehat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2/2022).

Sejalan dengan itu, dana yang didapat dari Sukuk akan digunakan untuk modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.

“Dengan tambahan modal kerja ini, WIKA memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk menyelesaikan proyek yang dipercayakan kepada WIKA sekaligus berpeluang untuk mendapatkan proyek-proyek baru,” kata Agung.

Baca juga: WIKA Raih Kontrak Baru Rp 5,5 Triliun, Termasuk Garap Rumah Dinas TNI

Secara rinci, untuk obligasi WIKA senilai Rp 7,5 triliun diterbitkan dalam tiga seri. Terdiri dari Seri A senilai Rp 593,95 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,5 persen per tahun.

Lalu seri B senilai Rp 425,15 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,75 persen per tahun dan seri C senilai Rp 730,90 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,3 persen per tahun.

Ketiga seri ini surat utang tersebut masing-masing akan jatuh tempo pada 15 Mei 2025 untuk seri A, 15 Februari 2027 untuk seri B, dan 15 Februari 2029 untuk seri C.

Sementara pada sukuk mudharabah WIKA senilai Rp 750 miliar juga diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A dengan emisi Rp 412,90 miliar dengan bagi hasil Rp 6,5 persen per tahun.

Kemudian untuk seri B senilai Rp 176,05 miliar dengan bagi hasil 7,75 persen per tahun, serta seri C senilai Rp 161,05 miliar dengan bagi hasil 8,3 persen per tahun.

Baca juga: Temuan Ombudsman di Berbagai Daerah: Minyak Goreng Masih Langka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.