Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ukraina Umumkan Darurat Nasional, Harga Minyak Dunia Naik, Kok Bisa?

Kompas.com - 24/02/2022, 11:02 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), seiring dengan meningkatnya ketegangan di Ukraina. Saat ini Ukraina telah mengumumkan keadaan darurat nasional.

Mengutip CNBC, Kamis (24/2/022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 19 sen dollar AS menjadi 92,10 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,48 dollar AS menjadi 98,32 dollar AS per barrel.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirim pasukan militer ke wilayah timur Ukraina, usai dirinya menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan dua wilayah di Ukraina timur yaitu Luhansk dan Donetsk, yang memang sudah sejak lama didukung Rusia.

Baca juga: Gurita Bisnis Grup Salim, Penguasa Minyak Goreng Indonesia

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat Ukraina menetapkan kondisi darurat nasional dan meminta warganya yang ada di Rusia untuk melarikan diri. Sementara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya akan mengenakan sanksi baru terhadap Rusia karena keputusan Putin tersebut.

Para pelaku pasar pun khawatir bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia dapat mempengaruhi pasokan energi. Rusia adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan merupakan pengekspor utama gas alam ke Eropa.

Namun AS menyatakan sanksi yang disetujui dan sanksi yang mungkin dikenakan tidak akan menargetkan aliran minyak dan gas. Tetapi analis memproyeksi tren kenaikan harga minyak akan berlanjut seiring dengan adanya krisis antara Rusia-Ukraina.

"Ada risiko bahwa Rusia akan membalas sanksi dengan mengurangi pengiriman (minyak) atas kemauannya sendiri," ujar Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia turut dipengaruhi kemungkinan adanya tambahan pasokan dari Iran menyusul perundingan nuklir yang belakangan ini dibahas. Perundingan itu dapat mengarah pada pemberian keringanan sanksi atas produksi minyak Iran.

Saat ini Iran sudah memindahkan lebih banyak minyak ke kapal untuk mempercepat ekspor jika kesepakatan terkait nuklir rampung. Analis sendiri memperkirakan ada kemungkinan minyak Iran kembali ke pasar dalam waktu dekat untuk mengatasi ketatnya pasokan minyak dunia.

"Jika kesepakatan AS-Iran tercapai, itu akan mengurangi beberapa tekanan, tetapi tidak cukup untuk menghentikan harga minyak yang beringsut menuju ke tiga digit (100 dollar AS per barrel),” kata Pratibha Thaker dari Economist Intelligence Unit.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Dekati 100 Dollar AS Usai Putin Perintahkan Pasukannya ke Ukraina Timur

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

IHSG Ambles, BEI: Tensi Geopolitik Pengaruhi Pergerakan Indeks

IHSG Ambles, BEI: Tensi Geopolitik Pengaruhi Pergerakan Indeks

Whats New
Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Kuat Redam Dampak Potensi Konflik Pascaserangan Iran

Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Kuat Redam Dampak Potensi Konflik Pascaserangan Iran

Whats New
Simak, Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak, Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 April 2024

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 April 2024

Spend Smart
'Skenario' Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

"Skenario" Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Whats New
Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Whats New
Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Earn Smart
Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Whats New
Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Whats New
Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Whats New
Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Whats New
Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com