Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Serang Ukraina, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia?

Kompas.com - 24/02/2022, 19:35 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

 

UOB Kay Hian Sekuritas: harga komoditas pangan bisa naik, harga aset kripto terkoreksi turun

Menurut Equity And Financial Advisor sekaligus Direktur Utama PT UOB Kay Hian Sekuritas Agoes Halim, perang yang terjadi ini harus melihat komoditas yang digerakkan Rusia yang sebagian besar di minyak dan gas.

Negara ini juga selalu menyuplai komoditas tersebut ke Eropa, bahkan ekspor nikel dari Rusia cukup besar, di samping ekspor gandum, dan biji bunga matahari.

Agoes bilang, dengan kondisi ini, negara -negara Eropa bisa saja melakukan embargo atau sanksi terhadap Rusia.

“Jika mereka menerapkan itu, Otomatis pasokan globalnya akan berdampak. Sebenarnya kalau untuk Indonesia diuntungkan dari kenaikan harga komoditas, seperti yang pernah terjadi tahun 2007. Karena pada waktu itu Indonesia masih boleh ekspor bahan mentah,” ujar Agoes.

Baca juga: Usai Larangan Ekspor Nikel dan Bauksit, Timah dan Tembaga Menyusul Pada 2023

Agoes menilai, saat ini stok suplai nikel sudah berkurang karena perang Ukraina dengan Rusia. Maka, akan berdampak pada harga nikel menjulang tinggi, apalagi oil dan gas naik. Otomatis turunan komoditas seperti batubara juga pasti mengikuti, dan menyebabkan Inflansi di dunia.

“Kalau saya lihat dampak ke ekonomi Indonesia tidak ada ya, terlihat secara direct secara signifikan enggak ada. Hanya secara direct aja, yaitu Inflansi ekonomi Indonesia,” ujar Agoes.

Baca juga: [POPULER MONEY] Miliaran Babi di China Bikin Kedelai Mahal | Owner Viral Blast Akui Tipu Member

Agoes mengungkapkan, berkaca pada peperangan sebelumnya, perkembangan perekonomian sebenarnya mengacu pada faktor Government standing. Jadi sebenarnya kuncinya adalah bagaimana negara kita mengontrol inflasi.

“Karena jika dilihat harga komoditas pangan sudah pada naik dan sudah mulai menunjukkan krisis karena kenaikan ini. Contohnya kacang kedelai, belum lagi yang dikhawatirkan jagung, sebab jagung merupakan bahan baku pakan ternak seperti unggas (ayam),” tambah dia.

Baca juga: Banyak Muncul Token Kripto Artis, Masyarakat Diminta Hati-hati, Jangan Terlena lalu Merugi

Dengan naiknya inflasi, mau tidak mau maka pemerintah menaikan suku bunga, dan pasti banyak masyarakat yang beralih menggunakan investasi dollar AS, emas dan aset aman, meskipun ada investasi baru, seperti aset kripto.

“Kalau perang, pasti harga aset kripto akan terkoreksi turun. Pasti yang akan aman untuk investasi dan akan menguat seperti emas dan dollar AS, karena di dukung rencana The Fed menaikan suku bunga,” tegasnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+