Aknolt Kristian Pakpahan
Dosen Univeristas Katolik Parahyangan

Dosen Ilmu Hubungan Internasional, FISIP Universitas Katolik Parahyangan

Ancaman Krisis Baru Akibat Konflik Rusia Vs Ukraina

Kompas.com - 25/02/2022, 13:14 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kenaikan harga minyak ini akan membebani biaya produksi yang pada akhirnya akan menaikkan harga barang-barang dan memunculkan ancaman inflasi.

Ancaman terbesar akan menghantam pada keluarga-keluarga berpenghasilan rendah.

Dunia masih berkutat dengan pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi di banyak negara.

Tidak hanya itu, kenaikan harga minyak dan gas alam tentu akan membebani keuangan tidak saja negara-negara terutama di Eropa dalam memasuki musim dingin, tetapi juga pada level rumah tangga.

Kenaikan harga gas alam dapat meningkatkan tagihan listrik dan pemanas rumah.

Meningkatnya biaya untuk transportasi, listrik, dan panas semuanya akan berkontribusi pada tekanan inflasi.

Bantuan atau subsidi yang diberikan kepada masyarakat Eropa mau tidak mau akan membengkak seiring kenaikan harga minyak dan gas alam akibat terganggunya pasokan ke Eropa.

Walaupun demikian, ada skenario lain yang dianggap bertentangan dengan prediksi di atas. Baik Rusia dan Eropa, keduanya merupakan mitra yang saling mebutuhkan satu sama lain.

Eropa adalah pasar utama Rusia untuk ekspor minyak dan gas alamnya, dan lebih jauh lagi, Eropa adalah sumber pendapatan utama Rusia.

Biaya penanganan pandemi Covid-19, pembekuan aset-aset Rusia di luar negeri sebagai bagian dari penetapan sanksi, dan biaya ‘perang’ di Ukraina membuat Rusia perlu mempertimbangkan secara cermat apakah akan mengurangi pasokan minyak dan gas alamnya ke Eropa atau bahkan menjadikan situasi ini sebagai bargaining power Rusia ke Eropa terkait pembenaran invasi Rusia ke Ukraina.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.