Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Perang" di RI: Pengerahan TNI saat Warga Saling Berebut Minyak Goreng

Kompas.com - 27/02/2022, 09:53 WIB

Meroketnya harga minyak goreng di Indonesia ini jadi ironi, mengingat pasokan minyak sawit di Indonesia selalu melimpah. Di sisi lain, masyarakat dipaksa membeli minyak masak ini di harga impor.

Aparat TNI yang memiliki tugas utama menjaga kedaulatan, bahkan ikut dikerahkan untuk membantu distribusi minyak goreng.

Dikutip dari Kompas TV, kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengakibatkan warga saling berebut saat operasi pasar. Akibatnya, ribuan liter minyak goreng ludes terjual, dalam waktu 30 menit.

Baca juga: Ironi Minyak Goreng Mahal dan Luas Kebun Sawit yang Terus Bertambah

Antrean warga terlihat sejak pagi, di area pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo. Sulitnya mendapatkan minyak goreng di pasaran, serta harga minyak goreng yang mahal, memicu warga saling berebut.

Meski sudah menunggu lama dan saling berdesakkan, tidak semua warga mendapatkan minyak goreng. Minyak goreng pun habis terjual dalam waktu sekitar 30 menit.

Operasi pasar minyak goreng, disediakan pemerintah kota setempat melalui operasi pasar. Setiap warga bisa membeli 2 liter minyak goreng dengan harga Rp 13.500 per liter, dan harus menyerahkan foto copy KTP.

Sementara di Jawa Barat, dari video amatir yang direkam warga terlihat sejumlah warga yang sudah menunggu sejak pagi langsung masuk ke dalam toko swalayan ketika gerbang dibuka.

Baca juga: Ironi Indonesia, Negeri Tempe, Kedelainya Mayoritas Impor

Bahkan warga yang didominasi kaum ibu langsung berlari menuju rak penjualan minyak goreng di toko swalayan yang berada di jalan Ipik Gandamanah Purwakarta meski stok banyak warga tetap berebut untuk mendapat 2 liter minyak goreng.

Warga mengaku sengaja datang dan menunggu sejak pagi sebelum toko swalayan buka karena saat ini mereka kesulitan mendapatkan minyak goreng bersubsidi jika pun ada harganya cukup mahal

Warga berharap krisis harga minyak goreng bisa segera diatasi selain itu mereka kecewa dengan pihak-pihak yang memanfaatkan sulitnya minyak goreng dengan melakukan penimbunan. Hanya dalam hitungan jam minyak goreng yang tersedia di toko swalayan habis terjual.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+