Perang Rusia-Ukraina Dinilai Bisa Berdampak Besar ke Inflasi Indonesia

Kompas.com - 28/02/2022, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik antara Rusia dan Ukraina makin memanas, apalagi setelah Amerika Serikat (AS) dan negara Barat mulai memberlakukan sanksi-sanksi pada bank-bank Rusia.

Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz menilai, konflik Rusia dan Ukraina ini dapat berdampak besar ke inflasi Indonesia melalui transmisi harga minyak. Sebab, perang Rusia-Ukraina telah mendorong harga minyak dunia hingga ke level lebih dari US$ 100 per barel.

“Apalagi, seperti kita ketahui harga minyak memiliki bobot 5 persen poin, yang relatif cukup besar dalam inflasi, bila dibandingkan dengan barang-barang lain dalam keranjang inflasi,” ujar Irman kepada Kontan.co.id, Minggu (27/2/2022).

Baca juga: Rusia Terdepak dari SWIFT, Bursa Saham Eropa Anjlok

Apalagi, minyak sebagai bahan bakar utama industri. Kenaikan harga minyak tentu akan menyebabkan harga-harga barang lain naik.

Selama pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (terutama RON 90 dan RON 92) maka dampak inflasi diperkirakan kecil atau hanya sekitar 0,07 persen. Namun, bila pemerintah menyesuaikan harga RON 90, maka dampak inflasi bisa cukup signifikan.

Menurut analisa sensitivitasnya, bila harga BBM RON 90 naik Rp 500 per liter, inflasi bisa naik 0,69% poin. Kalau BBM RON 90 naik Rp 1.000 per liter, inflasi bisa naik 1,44 persen poin, dan bila harga BBM naik hingga Rp 2.000 per liter, inflasi bisa naik hingga 2,62% poin.

Sementara itu, Ukraina merupakan salah satu negara sumber impor gandum terbesar Indonesia. Hanya saja, Irman melihat dampaknya akan kecil karena impor utama masih datang dari Australia.

“Indonesia masih bisa mencari negara lain untuk substitusi gandum. Selain itu, bahan pokok konsumsi utama Indonesia masih beras sehingga serealia akan berdampak minimum,” tambah Irman.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Efek Invasi Rusia ke Ukraina, Bursa Asia Terkapar

Lebih lanjut, untuk meminimalisir dampak inflasi dari konflik ini terhadap Indonesia, Irman menyarankan agar Indonesia melakukan beberapa hal.

Pertama, harus adanya substitusi impor untuk barang-barang yang diimpor secara langsung dari Ukraina dan Rusia.

Halaman:
Sumber


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.