Sudah Dapat E-mail Kepesertaan JKP, Segera Bikin Akun SIAPkerja

Kompas.com - 02/03/2022, 09:34 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah mengirim e-mail yang berisi pemberitahuan bahwa penerima e-mail terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Dalam e-mail tersebut, tersemat link yang menghubungkan peserta ke akun SIAPkerja Kementerian Ketenagakerjaan. Penerima e-mail diminta untuk mengklik tautan yang tersedia untuk membuat akun SIAPkerja, memantau status kepesertaan hingga mengajukan klaim melalui akun tersebut.

Namun, pastikan e-mail yang diterima benar berasal dari pemerintah. Berdasarkan penjelasan Kepala Biro Humas Kemenaker Chairul Fadhly, peserta hanya mendapat e-mail pemberitahuan dari Halo JKP (jkp.go.id).

Baca juga: E-mail Kepesertaan JKP Terhapus? Ini Langkah yang Perlu Dilakukan

Peserta pun tidak perlu panik jika e-mail itu sudah terhapus. Chairul bilang, e-mail hanya sebagai pengingat sehingga kamu bisa langsung mengunjungi laman siapkerja.kemnaker.go.id.

"Email itu sifatnya hanya pemberitahuan saja," ucap Chairul saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/3/2022).

Sementara itu, Pps Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Dian Agung Senoaji mengatakan, klaim JKP aktif sejak 1 Februari 2022.

Artinya, program ini terus berlaku meskipun belum diluncurkan pemerintah dan program Jaminan Hari Tua (JHT) masih dalam tahap revisi.

Aktifnya klaim juga terlihat dari jumlah peserta yang sudah memanfaatkan. Hingga 1 Maret 2022, tercatat sudah ada 89 peserta yang mendapat manfaat uang tunai bulan pertama dari JKP BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Baca juga: Jay-Z dan Kanye West Jadi Penyanyi Hip-Hop Berpenghasilan Tertinggi pada 2021

"Terkait prosesi launching yang belum dilakukan tidak terkait dengan pemberian manfaat JKP yang sudah bisa diajukan per 1 Februari 2022," ucapnya.

Perlu diketahui, klaim tersebut bisa dilakukan selama peserta memenuhi kriteria klaim JKP. Sebagai program pelengkap yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, ada manfaat uang tunai yang diterima pekerja asal penerima upah rutin membayarkan iuran minimal 12 bulan berturut-turut.

Iuran program JKP tidak dibebankan kepada pekerja, namun dibayar pemerintah setiap bulan. Pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar Rp 6 triliun untuk program JKP.

Sumber pendanaan JKP berasal dari rekomposisi dari iuran Jaminan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), serta subsidi iuran dari pemerintah.

"Klaim JKP sudah bisa diajukan per 1 Februari 2022, selama memiliki masa iur paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan terakhir sebelum terjadi PHK, dimana 6 bulan dari 12 bulan masa iur tersebut dibayar berturut-turut," jelasnya.

Baca juga: China Tetap Untung Besar meski Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik Modal 40 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Rp 2.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Awal Sesi, IHSG Fluktuatif

Awal Sesi, IHSG Fluktuatif

Whats New
Viral Pegawainya Dipaksa Minta Maaf karena Sebar Video Pencuri Cokelat, Ini Respons Alfamart

Viral Pegawainya Dipaksa Minta Maaf karena Sebar Video Pencuri Cokelat, Ini Respons Alfamart

Whats New
Bisnis Ponselnya Remuk Redam, BlackBerry Terjun ke Otomotif

Bisnis Ponselnya Remuk Redam, BlackBerry Terjun ke Otomotif

Whats New
Syarat Naik Kereta Api Mulai Hari Ini: Usia di Atas 18 Tahun Baru Vaksin Dosis 2 Wajib Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api Mulai Hari Ini: Usia di Atas 18 Tahun Baru Vaksin Dosis 2 Wajib Tes PCR

Whats New
Syarat Terbaru Naik Kereta Api, Berlaku Mulai 15 Agustus 2022

Syarat Terbaru Naik Kereta Api, Berlaku Mulai 15 Agustus 2022

Whats New
5 Tahap “FOCUS” Membidik Kesuksesan (Bagian Terakhir 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

5 Tahap “FOCUS” Membidik Kesuksesan (Bagian Terakhir 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

Smartpreneur
Sandiaga Uno Beri Stimulus hingga Rp 50 Juta bagi Pelaku Ekraf Film dan Fotografi

Sandiaga Uno Beri Stimulus hingga Rp 50 Juta bagi Pelaku Ekraf Film dan Fotografi

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Kenali Trik-trik Investasi Bodong yang Paling Sering Digunakan

Kenali Trik-trik Investasi Bodong yang Paling Sering Digunakan

Earn Smart
Lowongan Kerja BUMN Indah Karya Ada 19 Posisi, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Indah Karya Ada 19 Posisi, Simak Persyaratannya

Work Smart
Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Ini Sebabnya

Harga Minyak Dunia Menguat dalam Sepekan, Ini Sebabnya

Whats New
Proyeksi IHSG Hari Ini, Bakal Lanjutkan Kenaikan?

Proyeksi IHSG Hari Ini, Bakal Lanjutkan Kenaikan?

Whats New
Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol: Inflasi Tinggi hingga Tambah Macet

Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol: Inflasi Tinggi hingga Tambah Macet

Whats New
[POPULER MONEY] Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta | Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur

[POPULER MONEY] Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta | Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.