SMI Gelontorkan Rp 52,6 Triliun untuk 92 Pemda dan 3 BUMN, Untuk Apa?

Kompas.com - 02/03/2022, 23:14 WIB
Penulis Isna Rifka
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah menandatangani perjanjian pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada 92 pemerintah daerah (Pemda) dan 3 BUMN dengan total nilai Rp 52,62 triliun.

Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Pradana Murti mengatakan, komitmen pembiayaan tersebut mencapai Rp 37,62 triliun untuk Pemda dan Rp 15 triliun untuk 3 BUMN per Januari 2022.

"Pemerintah menugaskan SMI untuk mmeberikan pembiayaan kepada BUMN dan Pemda yang terdampak Covid untuk membantu mereka memberikan likuiditas agar dapat meneruskan program-program mereka," ujarnya dalam webinar Infrastruktur untuk Indonesia, Rabu (2/3/2022).

Baca juga: LMAN Habiskan Dana APBN Rp 115,62 Triliun untuk Lahan Proyek Infrastruktur

Dana talangan untuk PEN Pemda ini akan dikembalikan oleh Pemda secara bertahap dari APBD masing-masing. Totalnya Rp 37,62 triliun dan total outstandingnya Rp 22,06 triliun per Januari 2022.

Adapun Pemda yang telah menandatangani perjanjian pinjaman PEN Pemda dengan SMI di antaranya, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemprov Jaa Barat, Pemkot Bogor, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Pamekasan, dan Pemkam Ponorogo.

"Kalau di Pemda portofolio terbesar kita di Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. Sebaran sektornya masih berkisar di jalan, jembatan, rumah sakit, dan pasar, juga ada PDAM," jelasnya.

Sementara untuk IP PEN, SMI telah melakukan perjanjian pinjaman kepada tiga BUMN, yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Garuda Indonesia, dan PT Krakatau Steel.

Dengan total IP PEN sebesar Rp 15 triliun per Januari 2022, akan disalurkan kepada Garuda sebesar Rp 8,5 triliun, KAI sebesar Rp 3,5 triliun, dan Krakatau Steel sebesar Rp 3 triliun.

"Kalau untuk PEN BUMN konsepnya adalah penugasan dari pemerintah, peran SMI di sini melakukan review dan asesmen terhadap pencairan dana investasi pemerintah ini diberikan ke tiga BUMN melalui kami," kata dia.

Pembiayaan PEN ini merupakan tugas dari pemerintah untuk SMI agar membantu pemulihan ekonomi nasional. Sebab, selama pandemi Covid-19 banyak sektor yang menghadapi masalah likuiditas.

Dengan penugasan PEN ini diharapkan dapat membantu Pemda dan badan usaha untuk mendapatkan likuditas supaya dapat kembali meneruskan program mereka, terutama di bidang infrastruktur.

"Jadi kita sangat melihat pentingnya pembangunan infrastruktur itu untuk tetap terus dilakukan bahkan di masa-masa yang sulit seperti Covid sekarang untuk bisa memberikan multilayer effect yang besar," tutur dia.

Baca juga: Tangani Pandemi Masa Depan, Wamenkeu: Butuh Pembangunan Infrastruktur...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.