Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adaro Energy Catat Pendapatan Usaha 3,99 Miliar Dollar AS di 2021

Kompas.com - 03/03/2022, 12:00 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan pendapatan usaha bersih sebesar 3,99 miliar dollar AS selama 2021. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 58 persen dari tahun 2020 yang sebesar 2,53 miliar dollar AS.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro, Garibaldi Thohir mengatakan, kenaikan pendapatan usaha ini karena kenaikan harga jual rata-rata sebesar 70 persen karena tingginya harga batu bara.

Pada tahun 2021, perusahaan memproduksi sekitar 52,70 juta ton batu bara, atau turun 3 persen dibandingkan tahun lalu dan mencatat penjualan batu bara sebesar 51,58 juta ton pada tahun 2021, atau turun 5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Penjualan Batu Bara Adaro Turun 5 Persen Sepanjang 2021

"Kondisi pasar yang kondusif menopang kinerja AEI pada tahun 2021. Kami membukukan profitabilitas yang solid," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/3/2022).

Kenaikan pendapatan usaha juga diikuti oleh lonjakan beban pokok pendapatan ADRO sebesar 14 persen menjadi 2,22 miliar dollar AS dari tahun 2020 yang sebesar 1,95 miliar dollar AS.

Kenaikan beban pokok pendapatan diakibatkan kenaikan nisbah kupas sebesar 8 persen secara year on year dan biaya penambangan akibat kenaikan harga bahan bakar dan pembayaran royalti karena kenaikan harga jual rata-rata.

Pada tahun 2021, beban usaha ADRO juga meningkat 12 persen menjadi 185 juta dollar AS karena kenaikan komisi penjualan.

Adaro membukukan EBITDA operasional sebesar 2,10 miliar selama 2021. Angka ini mengalami kenaikan 138 persen dari tahun 2020 yang hanya 883 juta dollar. Kenaikan EBITDA ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata.

Baca juga: Dapat Lampu Hijau, Adaro Ekspor Batu Bara ke Sejumlah Negara

"Marjin EBITDA operasional tetap sehat pada 53 persen karena perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," kata dia.

Selain itu ADRO juga mencatatkan kenaikan laba inti sebesar 210 persen menjadi 1,25 miliar dollar AS. Total aset ADRO selama 2021 sebesar 7,58 miliar dollar AS atau setara dengan kenaikan 19 persen dari tahun sebelumnya.

Pada posisi akhir tahun 2021, total liabilitas Adaro naik 29 persen menjadi 3,12 miliar dollar AS dan di waktu yang sama total ekuitas ADRO tercatat sebesar 4,45 miliar dollar AS.

Baca juga: Sejumlah PLTU Terancam Padam, Adaro Pasok 500.000 Ton Batu Bara ke PLN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mentan: Ada Kabar Baik untuk Petani, Pupuk Subsidi Ditambah Jadi 9,55 Juta Ton

Mentan: Ada Kabar Baik untuk Petani, Pupuk Subsidi Ditambah Jadi 9,55 Juta Ton

Whats New
BFI Finance Raup Laba Bersih 1,6 Triliun Sepanjang 2023

BFI Finance Raup Laba Bersih 1,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
Harta Warren Buffett Bertambah Jadi Rp 2.143 Triliun, Ini Pendongkraknya

Harta Warren Buffett Bertambah Jadi Rp 2.143 Triliun, Ini Pendongkraknya

Whats New
PUPR Gelontorkan APBN Rp 68,57 Triliun untuk Bangun Sarana Prasarana Dasar IKN

PUPR Gelontorkan APBN Rp 68,57 Triliun untuk Bangun Sarana Prasarana Dasar IKN

Whats New
Apa Itu Keamanan Finansial dan Cara Mewujudkannya?

Apa Itu Keamanan Finansial dan Cara Mewujudkannya?

Earn Smart
OJK Nilai Ekonomi Syariah RI Belum Optimal, Bakal Perkuat Bank dan BPR Syariah

OJK Nilai Ekonomi Syariah RI Belum Optimal, Bakal Perkuat Bank dan BPR Syariah

Whats New
Stabilisasi Harga Pangan, ID FOOD Genjot Stok Gula hingga Cabai

Stabilisasi Harga Pangan, ID FOOD Genjot Stok Gula hingga Cabai

Whats New
Ingat, Pendaftaran Program Kartu Prakerja 63 Berakhir Hari Ini

Ingat, Pendaftaran Program Kartu Prakerja 63 Berakhir Hari Ini

Whats New
Indonesia Bakal Tambah Impor Beras, Totalnya 3,6 juta Ton Tahun Ini

Indonesia Bakal Tambah Impor Beras, Totalnya 3,6 juta Ton Tahun Ini

Whats New
Transaksi TikTok Shop Masih di Aplikasi yang Sama, Wamendag Minta Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi

Transaksi TikTok Shop Masih di Aplikasi yang Sama, Wamendag Minta Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi

Whats New
Fitch Ratings Ingatkan Risiko Fiskal Menengah RI Akan Naik, Mengapa?

Fitch Ratings Ingatkan Risiko Fiskal Menengah RI Akan Naik, Mengapa?

Whats New
Rincian Daftar Gaji PNS dan PPPK Terbaru 2024

Rincian Daftar Gaji PNS dan PPPK Terbaru 2024

Whats New
'Groundbreaking' Kelima di IKN Dilaksanakan Pekan Ini, Ada Kantor Bank Mandiri dan BRI

"Groundbreaking" Kelima di IKN Dilaksanakan Pekan Ini, Ada Kantor Bank Mandiri dan BRI

Whats New
Soal PKL Wajib Sertifikat Halal, Asosiasi UMKM: Mereka Belum Siap, Sosialisasi Juga Kurang

Soal PKL Wajib Sertifikat Halal, Asosiasi UMKM: Mereka Belum Siap, Sosialisasi Juga Kurang

Whats New
Toffin App dari Toffin Indonesia Bantu Bisnis F&B Jadi Mudah

Toffin App dari Toffin Indonesia Bantu Bisnis F&B Jadi Mudah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com