Ini Tantangan Perempuan di Dunia Kerja Versi Sri Mulyani

Kompas.com - 07/03/2022, 20:00 WIB

Dia mencontohkan, seperti pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dalam 4 tahun terakhir jumlah penerimaan pegawai perempuan dan laki-laki seimbang. Namun, jika melihat posisi perempuan untuk jabatan tinggi seperti setingkat eselon I jumlahnya hanya berkisar 16-17 persen.

Itu pun perhitungannya sudah mencakup posisi staf khusus yang tingkat jabatannya disetarakan dengan eselon I. Sri Mulyani bilang, jika hanya murni posisi eselon I yang berasal dari meniti karir, hanya ada dua perempuan yang mengisi jajaran eselon I.

Bendahara Negara itu menjelaskan, perempuan yang sudah menikah ketika berkarir sebagai ASN pun, ketika diihadapkan untuk naik jabatan melalui sistem merit, seringkali kalah dari laki-laki. Lantaran, perempuan menjadi kalah dari sisi pengalaman dan pengetahuan.

Ia mengungkapkan, seringkali perempuan yang sudah berkeluarga hanya meniti karir di kantor yang sama terus-menerus, sebab mempertimbangkan mengurus keluarga atau anak-anaknya. Sementara laki-laki, cenderung memiliki kesempatan yang besar untuk melanjutkan pendidikan dan ditempatkan di berbagai kantor.

"Ketika perempuan ikut sistem merit untuk masuk eselon 4,3,2 itu ditanya pengalamannya, hanya di kantor yang sama, sementara laki-laku sudah sekolah, ditempatkan diberbagai kantor. Sehingga dia (laki-laki) punya leadership dan knowledge yang lebih berkembang," paparnya.

"Itu yang menyebabkan tidak level playing field, makannya (perempuan) drop out, yang tadinya jumlahnya bagus, seimbang ketika masuk, saat ke tingkat eselon 4,3,2 makin lama makin turun. Bahkan untuk posisi pure eselon i yang berasal dari karir, itu hanya dua perempuan," ungkap Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Inklusi Keuangan Perempuan Indonesia Lebih Rendah dari Laki-laki

Oleh sebab itu, ia menekankan, siapa pun yang berkesempatan menjadi pemimpin, terutama bila dia perempuan, harus mengkompensasi wanita karir dengan sejumlah afirmasi yang mendukung mereka untuk bisa mengatasi keseimbangan antara keluarga dan dunia kerja. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas day care, breastfeeding, dan sebagainya.

"Kita sebagai leader kita harus bisa bikin afirmasi bagaimana membuat perempuan bisa mengatasi persoalan dalam mengambil keputusan-keputusan yang tidak mudah itu," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.