Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melantai di Bursa, PT Sumber Mas Konstruksi Bidik Dana Segar Rp 66 Miliar

Kompas.com - 09/03/2022, 11:20 WIB
Kiki Safitri,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) hari ini resmi melakukan pencatatan saham perdana di PT Bursa Efek Indonesia, Rabu (9/3/2022).

Jumlah saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum ini adalah sebanyak 250 juta saham yang mewakili 19,95 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Setelah Penawaran Umum Perdana Saham seharga Rp 264 per saham.

Dari hasil Penawaran Umum ini, Perseroan membidik dana segar senilai Rp 66 miliar. Dana IPO tersebut nantinya akan digunakan sebesar 97 persen untuk modal kerja konstruksi proyek Perseroan di masa yang akan datang baik pada sektor swasta maupun Pemerintahan.

Baca juga: IPO GoTo Dinanti, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Sisanya sebesar 3 persen akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Direktur Utama SMKM, Budi Aris menyatakan, IPO ini merupakan komitmen manajemen dalam mengembangkan usaha agar lebih baik ke depannya dengan tumbuh secara berkesinambungan, serta mengikuti tata kelola perusahaan yang baik.

“Melalui IPO selain terbukanya akses permodalan yang luas, dampak lainnya adalah untuk memperkuat image Perusahaan, serta peluang kerjasama yang semakin terbuka dari pihak yang membutuhkan jasa Perseroan,” kata Budi melalui siaran pers.

SMKM didirikan pada tahun 1981, dan pada tahun 1982, SMKM mulai memasuki kegiatan usaha di bidang Jasa Kontruksi Jalan dan Saluran Air. Pada tahun 2016 Perseroan mulai melakukan kegiatan Jasa Services Arsitektur dan Engineering.

Di tahun 2018 Perseroan masuk di kegiatan Jasa Kontruksi Umum Keseluruhan khususnya untuk Pembangunan Gedung, Jalan, Jembatan dan Konstruksi Rumah Tempat Tinggal dan Gedung.

Baca juga: Adhi Commuter Properti Tetapkan Harga IPO Rp 130 Per Saham, Bidik Dana Rp 288,8 Miliar

lntan Magdalena P, selaku Komisaris Utama SMKM mengungkapkan, dengan kurang lebih 30 tahun dalam bidang konstruksi, perseroan telah mempelajari banyak hal dalam kegiatan usaha ini, sehingga dengan pengalaman dan kondisi keuangan dari SMKM.

“Ditambah progres pembangunan secara nasional kami berkeyakinan dengan potensi yang semakin baik yang kami miliki di masa yang akan datang,” ungkap Intan.

Berdasarkan Laporan Keuangan yang terdapat dalam prospektus penawaran umum SMKM, pada bulan September 2021 SMKM memperoleh pendapatan sebesar Rp 126,6 miliar sedangkan laba bersih sebesar Rp 12,4 miliar atau dengan margin pendapatan bersih sebesar 9,79 persen.

SMKM juga tidak memiliki utang berbunga selama tahun buku yang terdapat pada Prospektus (Desember 2019 hingga September 2021 ). Pada bulan September 2021 SMKM memiliki Total Aset sebesar Rp 132,2 miliar dan Total Ekuitas Rp 125,2 miliar.

Dalam prospektus penawaran umum, SMKM bermaksud untuk membagikan dividen kas sebanyakbanyaknya 20 persen dari laba bersih tahun buku 2022.

“Semoga dengan tercatatnya saham SMKM di Bursa Efek Indonesia akan memberikan alternatif investasi bagi para pemodal khususnya sektor konstruksi dan kami harap SMKM dapat turut berperan dalam meningkatkan perkembangan Pasar Modal Indonesia,” tambah Intan.

Pagi ini SMKM sempat melesat ke posisi tertinggi yakni di level Rp 290 per saham, namun berbalik ambles 9,8 persen di posisi Rp 238 per saham.

Baca juga: Bakal IPO, STAA Bidik Dana Segar Rp 530 Miliar

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Whats New
Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Whats New
KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

Whats New
Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Whats New
3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

Spend Smart
Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Whats New
Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Work Smart
Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Whats New
Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Whats New
Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Whats New
Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Whats New
APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

Whats New
Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Whats New
Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Whats New
Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com