KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Xinhua

Pemikiran Ekonomi Xi Jinping Dorong Perkembangan Ajaib Ekonomi China

Kompas.com - 11/03/2022, 15:25 WIB

Oleh Xinhua

SEJAK akhir 2012, China mengalami transformasi fenomenal pada lanskap ekonominya.

Perlu diketahui, produk domestik bruto (PDB) China pada 2021 tercatat melampaui 110 triliun yuan atau setara Rp 250.800 triliun menggunakan kurs Rp 2.280 per yuan. Nilai ini menyumbang lebih dari 30 persen pertumbuhan ekonomi dunia.

Kembali pada 2012, PDB China saat itu mencapai sekitar 53,858 triliun yuan atau mencakup sekitar 11,5 persen dari total PDB global.

Nilai-nilai itu sungguh fantastis karena menunjukkan tren positif dengan hasil dan peningkatan signifikan. Namun, hal yang perlu digarisbawahi adalah keajaiban ekonomi China tidak terjadi secara kebetulan.

Hal itu membuktikan bahwa vitalitas dan efektivitas perekonomian sosialis China di bawah bimbingan pemikiran ekonomi Xi Jinping punya pengaruh luar biasa.

Pemikiran Xi Jinping tentang ekonomi sosialis dengan karakteristik China untuk era baru--yang ia umumkan dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat pada Desember 2017—terbukti membawa China pada kondisi saat ini.

Untuk mengaplikasikannya, ia berpegang pada filosofi pembangunan baru yang juga sempat diajukan olehnya pada 2015. Filosofi ini menitikberatkan pada pembangunan yang inovatif, terkoordinasi, ramah lingkungan, terbuka, dan ditujukan untuk bersama.

Pemikiran tersebut pada dasarnya sudah ia pertimbangkan sejak menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) pada 2012.

Ketika itu, kekuatan ekonomi China terlihat sangat mencolok setelah menjalankan reformasi dan keterbukaan selama lebih dari 30 tahun.

Sayangnya, berbagai tantangan, termasuk tekanan pada ekonomi, kesenjangan kekayaan, dan kerusakan lingkungan, tidak dapat diabaikan. Untuk menyiasatinya, perlu pendekatan tingkat tinggi yang lebih ilmiah kala itu.

Karena itulah pada 2015, Xi Jinping mengajukan filosofi pembangunan baru. Ia menetapkan pedoman mendasar bagi pembangunan ekonomi China sebagai inti dari pemikiran ekonomi dirinya.

Dua tahun kemudian, bertepatan dengan Kongres Nasional CPC ke-19, Xi Jinping membuat penilaian penting bahwa ekonomi negara tersebut sedang bertransisi dari fase pertumbuhan pesat ke tahap pembangunan berkualitas tinggi.

Sejak saat itu, pembangunan berkualitas tinggi dipandang sebagai persyaratan mendasar bagi pihak otoritas untuk membuat kebijakan ekonomi dan menerapkan kontrol makroekonomi.

Pemikiran ekonomi Xi Jinping mencerminkan pemahaman kepemimpinan yang berkembang terhadap hukum pembangunan ekonomi dan sosial, serta dipandang sebagai model modernisasi China—dengan identitas dan ciri jalur pembangunan inovatif, terkoordinasi, ramah lingkungan, terbuka, dan untuk bersama.

Foto dari udara yang diabadikan pada 1 September 2021 menunjukkan sebuah taman di Kawasan Baru Xiong'an di Provinsi Hebei, China utara. Xinhua/Mu Yu Foto dari udara yang diabadikan pada 1 September 2021 menunjukkan sebuah taman di Kawasan Baru Xiong'an di Provinsi Hebei, China utara.

Pemikiran ekonomi Xi Jinping terdiri dari serangkaian prinsip. Salah satu prinsip tersebut adalah tetap berkomitmen pada filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat, sesuai dengan reformasi yang telah dilakukan pada semua bidang yang menjadi perhatian publik, termasuk pendidikan, perawatan kesehatan, dan jaminan sosial.

Pada 2012, tercatat hampir 100 juta warga China hidup di bawah garis kemiskinan. Karenanya, usai terpilih s ebagai Presiden China pada 2013, ia pun mulai mengaplikasikan pemikirannya.

Al tersebut juga menjadi kampanye anti-kemiskinan monumental dalam skala yang belum pernah disaksikan di mana pun di dunia.

Terbukti, pada Februari 2021, China mendeklarasikan bahwa kemiskinan absolut di China terhapus. Pemerintah China berhasil mengentaskan 98,99 juta penduduk miskin pedesaan yang tersisa dari jurang kemiskinan.

Pada 2021, pendapatan siap dibelanjakan (disposable income) per kapita China mencapai 35.128 yuan atau lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan pada 2010.

China telah mengembangkan sistem jaminan sosial terbesar di dunia dan memiliki kelompok berpenghasilan menengah terbesar di dunia.

Mengenai prinsip hubungan antara pemerintah dan pasar, pemikiranekonomi Xi Jinping menggarisbawahi perlunya memastikan bahwa pasar memainkan peran penentu dalam alokasi sumber daya. Di sisi lain, pemerintah memainkan perannya secara lebih baik serta dengan tegas menyingkirkan hambatan kelembagaan bagi pembangunan ekonomi.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah China telah mendelegasikan kekuasaan lebih lanjut, merampingkan administrasi, dan meningkatkan layanan. Hasilnya, hambatan pasar kian tersingkirkan, vitalitas entitas pasar terstimulasi, dan persaingan pasar menjadi lebih adil.

Selain itu, di bawah bimbingan pemikiran ekonomi Xi Jinping, China telah menjadi lebih terbuka.

Pada 2013, zona perdagangan bebas percontohan pertama dibentuk di Shanghai. Kini, jumlah zona serupa telah mencapai 21, termasuk keseluruhan Pulau Hainan.

Daftar negatif China untuk investasi asing juga semakin diperpendek.Para investor global semakin yakin untuk berinvestasi di China. Investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke China pada 2021 mencapai rekor tertinggi, yaitu 1,15 triliun yuan.

Perdagangan luar negeri China juga mencapai level tertinggi baru pada 2021, yakni melampaui 6 triliun dollar AS atau setara Rp 86,2 triliun menggunakan kurs Rp 14.369 per dollar AS untuk kali pertama.

Alun-alun selatan dari National Exhibition and Convention Center (Shanghai), lokasi penyelenggaraan utama untuk Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keempat di Shanghai, China timur. Foto diabadikan pada 9 November 2021.Xinhua/Wu Huiwo Alun-alun selatan dari National Exhibition and Convention Center (Shanghai), lokasi penyelenggaraan utama untuk Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keempat di Shanghai, China timur. Foto diabadikan pada 9 November 2021.

Pendekatan pembangunan yang diusung China di bawah pemikiran ekonomi Xi Jinping juga mempertimbangkan keselarasan dan koordinasi.

Pendekatan tersebut menekankan pembangunan yang selaras di seluruh daerah, mengoptimalkan alokasi sumber daya, menutup kesenjangan ekonomi, serta mempertimbangkan manfaat bersama bagi manusia dan alam.

China telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendorong urbanisasi baru, dengan tingkat urbanisasi penduduk tetap yang mencapai 64,72 persen pada 2021. Sementara itu, pada 2012, angkanya tercatat 52,57 persen.

Adapun mesin-mesin penting yang menggerakkan pembangunan China meliputi proyek pengembangan terpadu dari Delta Sungai Yangtze, pengembangan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area) Guangdong-Hong Kong-Makau, dan pengembangan terkoordinasi dari Daerah Beijing-Tianjin-Hebei.

Dalam hal keselarasan antara manusia dan alam, China juga mengukir prestasi bersejarah di bidang pembangunan lingkungan. China berhasil menurunkan secara signifikan jumlah hari dengan polusi udara berat. Keamanan air minum juga telah terjamin.

Ke depan,China optimistis bahwa pemikiran ekonomi Xi Jinping mampu memberikan panduan lebih lanjut dan landasan teoretis untuk kerangka kebijakan ekonominya.

China juga percaya dapat menghadapi pandemi Covid-19 yang masih membebani perekonomian global dan tekanan baru yang menantang perekonomian di negaranya.

Pemikiran ekonomi Xi Jinping dipercaya mampu meninggalkan jejak yang lebih dalam pada pertumbuhan ekonomi China di masa depan dan seterusnya.


Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com