Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Elon Musk Tak Bakal Jual Kriptonya, Bitcoin dkk Menguat

Kompas.com - 15/03/2022, 08:37 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar aset kripto tampak bersinar pada pagi ini, Selasa (15/3/2022), setelah kemarin sempat mengalami kabut tipis. Melansir Coinmarketcap pagi ini 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling mengilap pagi ini adalah Terra (LUNA) yang melesat 7,9 persen di level 93,6 dollar AS yang setara dengan Rp 1,3 juta (Kurs Rp 14.332 per dollar AS). Sementara itu, Bitcoin (BTC) juga melambung 4,6 persen di posisi 39.542 dollar AS atau Rp 566 juta.

Penguatan dilanjutkan oleh Solana (SOL) di posisi 81,12 dollar AS atau menguat 3,4 persen. Etherum (ETH) juga menguat 2,8 persen menjadi 2.580 dollar AS. Demikian juga dengan Binance Exchange (BNB) bertambah 2,6 persen di level 371,4 dollar AS.

Baca juga: Inggris Sebut ATM Kripto Ilegal, Bitcoin dkk Melemah

Dogecoin (DOGE) menguat 2,6 persen menjadi 0,11 dollar AS per keping, dilanjutkan oleh Cardano (ADA) di posisi 0,8 dollar AS atau naik 2,4 persen. Polkadot (DOT) ikut menguat 1,8 persen di level 17,6 dollar AS.

Pagi ini Tether (USDT) turun 0,01 persen di posisi 1 dollar AS, sementara USD Coin (USDC) naik menjadi 1 dollar AS (0,08 persen). Sebagai informasi, USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengatakan tidak akan menjual aset kriptonya, meskipun terjadi inflasi. Dia mengungkapkan dalam cuitannya di Twitter bahwa aset fisik lebih baik daripada uang tunai.

“Sebagai prinsip umum, lebih baik untuk memiliki barang-barang fisik seperti rumah atau saham di perusahaan yang menurut Anda menghasilkan produk yang bagus, daripada memiliki uang tunai ketika inflasi tinggi,” kata Musk seperti dikutip dari CNBC.

Musk juga mengatakan, dia tetap memegang aset kripto miliknya, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Dodecoin. Komentar Musk tentang crypto secara singkat menggerakkan harga Bitcoin lebih tinggi.

“Saya masih memiliki, dan tidak akan menjual Bitcoin, Ethereum, atau Doge saya,” tambahnya.

Apa yang dikatakan Musk, merespons kenaikan indeks harga konsumen untuk Februari sebesar 7,9 persen dari tahun lalu, atau merupakan level tertinggi sejak Januari 1982. Dengan kondisi tersebut, investor dapat beralih ke aset fisik seperti komoditas selama masa inflasi.

Baca juga: AS Bakal Rilis Aturan Baru Soal Kripto, Bitcoin dkk Melemah

CEO MicroStrategy Michael Saylor sebelumnya dalam cuitan di Twitter menyebutkan, aset kripto sebagai permainan inflasi.

“Mata uang yang lebih lemah akan runtuh. Aliran modal melalui uang, utang, dan saham akan beralih ke properti atau Bitcoin,” kata Saylor.

Kedua CEO ini dikenal sebagai tokoh berpengaruh terhadap pergerakah harga aset kripto. Hal ini karena keduanya telah menggunakan Bitcoin ke sistem pembayaran di perusahaan masing-masing. Sebelumnya, komentar Musk juga berhasil menggerakkan harga koin digital.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual mata uang kripto. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual mata uang kripto.

Baca juga: Jangan Sampai Salah Beli, Ini Perbedaan Koin dan Token Kripto

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Whats New
Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

Whats New
Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Whats New
Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Whats New
Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Whats New
Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Whats New
Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Whats New
Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Whats New
OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

Whats New
Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Whats New
Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com