Harga Timah Melambung, Produksi PT Timah Ditarget 35.000 Ton pada 2022

Kompas.com - 15/03/2022, 13:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Timah Tbk (TINS) bakal menggenjot produksi di tahun ini seiring dengan harga timah dunia yang lagi melambung imbas perang Rusia dan Ukraina. Timah menargetkan produksinya bisa mencapai 35.000 ton di 2022.

Mengutip tradingeconomics, harga komoditas timah pada Selasa (15/3/2022) berada di level 44.100 dollar AS per ton. Harga itu naik 75 persen dibandingkan setahun lalu yang masih di kisaran 25.172 dollar AS per ton.

"Untuk produksi tahun ini target kami capai 35.000 ton," ujar Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar di Jakarta, Senin (14/3/2022).

Baca juga: PT Timah Terapkan Lockdown Per Divisi jika Karyawan Kena Covid-19

Ia menjelaskan, pemenuhan target produksi tahun ini akan banyak digenjot dari penambangan di laut. Lantaran, produksi timah di darat memang sudah mulai berkurang.

Di sisi lain, biaya penambangan di laut juga jauh lebih murah 20-25 persen ketimbang di darat. Saat ini alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) Timah dialokasikan untuk perawatan kapal karena memprioritaskan penambangan di laut.

Adapun total belanja modal yang dialokasikan Timah pada tahun ini berkisar Rp 1,8 triliun hingga Rp 2 triliun.

"Capex besarnya untuk maintenance kapal. Sisanya akan dipakai untuk penyelesaian Smelter Ausmelt dan rare earth (logam tanah jarang)," imbuhnya.

Baca juga: Target K3 PT Timah 2022: Zero Fatality dan Zero Cidera Berat

Abdullah menambahkan, terkait smelter dengan teknologi EPCC TSL Furnace Ausmel, ditargetkan akan beroperasi awal semester II-2022 dengan kapasitas pengolahan mencapai 40.000 ton stannum (Sn). Saat ini progres pembangunannya sudah di atas 90 persen.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan memproduksi bijih timah sebanyak 24.670 ton Sn atau turun 38 persen dari tahun sebelumnya sebesar 39.757 ton Sn. Terdiri 46 persen berasal dari penambangan darat dan 54 persen penambangan laut.

Selain itu, pada produksi logam timah di 2021 tercatat hanya mencapai 26.465 metrik ton atau turun 42 persen dari 2020 sebesar 45.698 metrik ton.

Maka dengan di dukung kondisi lonjakan harga komoditas, Timah pun meraup laba bersih Rp 1,3 triliun sepanjang 2021. Realisasi ini melonjak 483 persen dibandingkan periode 2020 yang merugi Rp 341 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.