Minyak Goreng Masih Langka, Ombudsman Periksa Dugaan Malaadministrasi

Kompas.com - 16/03/2022, 07:17 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga negara pengawas pelayanan publik Ombudsman RI akan memeriksa dugaan malaadministrasi kebijakan pemerintah terkait minyak goreng.

Hal itu dilakukan karena hingga saat ini, masyarakat masih kesulitan mendapatkan minyak goreng. Bahkan Ombudsman menyebut minyak goreng tak hanya mahal, tetapi juga langka.

"Kita akan tingkatkan dari pemantauan menjadi pemeriksaan, kita uji apakah terjadi potensi malaadministrasi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait minyak goreng. Jika ada, Ombudsman akan menyampaikan tindakan korektif apa saja yang perlu dilakukan pemerintah,” ujar Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam jumpa pers virtual, Selasa (15/3/2022).

Yeka memaparkan, berdasarkan hasil pemantauan Ombudsman, hingga 14 Maret 2022, ada 274 pasar yang terdiri dari pasar modern, ritel modern, dan ritel tradisional sudah patuh terhadap ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Ini Penyebab Minyak Goreng Langka Versi Ombudsman

Yeka mengatakan, kepatuhan ini terjadi bertahap seiring para pedagang beradaptasi. Per 22 Februari 2022, 69,85 persen pasar modern patuh akan kebijakan HET. Sementara per 14 Maret 2022, persentasenya naik jadi 78,94 persen.

Kemudian, ritel modern dari 57,14 persen, menjadi 74,19 persen dan ritel tradisional dari 10,19 persen menjadi 16,67 persen.

"Kondisi terbalik pada pasar tradisional sebagai pasar paling banyak konsumen ternyata semakin menurun tingkat kepatuhannya terhadap HET dari sebelumnya 12,82 persen menjadi 4,25 persen," paparnya.

Sedangkan untuk besaran harga berdasarkan data per 22 Februari 2022, harga rata-rata Minyak Curah di ritel tradisional Rp 15.500, rata-rata minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp 16.000, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp 20.500.

"Harga perwilayah dapat dicontohkan wilayah sumatera berkisar antara Rp 13.650-25.100, harga rata-rata tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yaitu minyak premium di pasar tradisional yang berkisar pada harga rata-rata Rp 32.000 per kilogram," paparnya.

Baca juga: HET Minyak Goreng Curah Naik Jadi Rp 14.000/Liter

Kemudian, lanjut dia besaran harga berdasarkan data per 15 Maret 2022 relatif stabil sesuai harga HET, namun untuk Kalimantan terdapat harga dengan rata-rata tertinggi sebesar Rp 36.250 di ritel tradisional untuk minyak jenis premium.

Yeka juga membeberkan ketersediaan minyak goreng di pasar. Berdasarkan hasil pemeriksaan Ombudsman RI merujuk hasil pemeriksaan pada 22 Februari 2022 dibandingkan hasil pemeriksaan pada 15 maret 2022, minyak curah ketersediaannya naik sebesar 2,5 persen.

Adapun untuk minyak goreng kemasan sederhana ketersediaanya turun 12,7 persen. Sedangkan untuk premium ketersediaannya turun 31,11 persen.

Baca juga: Ombudsman: Minyak Goreng Bukan Cuma Mahal, tapi Juga Langka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.