KILAS

Mentan SYL Raih Gelar Profesor Kehormatan Unhas, Berikut Penjelasan Rektor

Kompas.com - 17/03/2022, 18:01 WIB

“Sekali lagi kami melihat bagaimana beliau (SYL) bisa mengawinkan ilmu dari pengalaman di lapangan dengan masyarakat. Perpaduan antara hukum positif dengan nilai-nilai pemerintahan yang berasal dari kearifan lokal tentu sangat mencerahkan,” jelas Dwia.

Baca juga: Guru Besar Hukum Tata Negara: Pembahasan RUU Cipta Kerja Harus Ditunda Seluruhnya

Padukan hukum tata negara dengan kearifan lokal

Sebagai penyampai orasi, SYL mengatakan, idenya dalam hibridisasi hukum tata negara positivistik dengan kearifan lokal sudah lahir sejak masih menjabat kades.

“Bagi saya yang akrab dengan kearifan lokal dari berbagai pesan nenek moyang, melihat kepemerintahan berbasis pada hukum tata negara dan aturan administrasi yang rigid atau keras justru perlu dikawinkan dengan kearifan lokal,” jelasnya.

Penggabungan hukum tata negara dan kearifan lokal, sebut SYL, bertujuan membangun spirit partisipatif yang dapat mendorong peran aktif masyarakat.

Oleh karena itu, SYL mengingatkan agar sistem hukum Indonesia mempertimbangkan basis budaya dan aspek sosiologis dalam teorisasi hukum. Hal ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman pribadi saat berinteraksi dengan budaya lokal Bugis-Makassar.

Baca juga: Anggaran Pertanian Berkurang akibat Pandemi, Mentan SYL Gulirkan Taxi Alsintan

“Langkah dan komitmen yang harus digagas dan ditegaskan adalah bangsa Indonesia harus berani menentukan hal paling baik bagi bangsanya. Ini termasuk dalam membangun teori hukum yang memiliki karakteristik ke-Indonesiaan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, SYL mengungkapkan, penggabungan hukum tata negara dan administrasi pemerintahan dengan kearifan lokal juga diterapkan dalam menjalankan amanah sebagai Mentan saat ini.

“Kami mendorong petani milenial dan transformasi digital dalam praktek pertanian. Sebab, kami sadar bahwa saat ini telah terbentuk generasi baru petani atau new peasant generation yang mengandalkan teknologi digital dan didorong oleh spirit entrepreneurship,” jelasnya.

SYL berharap, para petani milenial saling bahu-membahu dengan petani generasi tua dalam memajukan dan memodernisasikan pertanian Indonesia.

Baca juga: Sudah Ada 8.998 Orang Daftar Petani Milenial, Bagaimana Proses Seleksinya?

Sebagai informasi, pengukuhan SYL sebagai profesor kehormatan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Arif Satria.

Hadir pula Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Amany Burhanuddin Umar Lubis, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.