Per Juli 2022, Layanan Contact Center PGN Jadi Pertamina Call Center 135

Kompas.com - 18/03/2022, 10:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comPertamina Group menyederhanakan layanan contact centernya dalam rangka integrasi layanan yang terpadu, dengan mengintegrasikan layanan PGN contact center 1500 645 ke Pertamina Call Center 135 (PCC 135) berlaku 1 Juli 2022. 

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menyatakan bahwa sejak 14 Maret 2022, seluruh saluran komunikasi PGN menggunakan logo PCC 135 sebagai single number pengelolaan saluran komunikasi Subholding Gas Pertamina.

Pemberlakuan dengan masa transisi atas saluran komunikasi call 1500645 dan email contact.center@pgn.co.id dapat digunakan sampai dengan 30 Juni 2022.

“PCC 135 menjadi sarana komunikasi perusahaan terkait seluruh kebutuhan informasi maupun emergency pada produk dan layanan gas bumi PGN. Pemberlakuan PCC 135 di seluruh kanal komunikasi call center baik berbasis suara atau telepon, video call, social media, dan email,” ujar Faris melalui rilis, Jumat (18/03/2022).

Baca juga: Catatkan Kinerja Positif, PGN Raih Laba Bersih 303,8 Juta Dollar AS Pada 2021

Faris melanjutkan bahwa mulai 1 Juli 2022, PGN contact center 1500 645 resmi nonaktif. Periode transisi atas nomor 1500 645 ke 135 dimulai pada 14 Maret 2022 dan ada penambahan voice over pada nomor 1500 645 yang menginformasikan bahwa mulai 1 Juli 2022 seluruh layanan PGN Contact Center beralih ke Pertamina Call Center 135. Apabila laporan bersifat emergency, dapat menekan 0 (nol).

Selain itu, laporan pelanggan maupun non pelanggan melalui email pcc135@pertamina.com dan akan direspon oleh Agent 135. Email contact.center@pgn.co.id hanya akan digunakan sebagai saluran komunikasi Pertamina Group antara Agent PCC 135 dengan Agent PGN.

“Interaksi terkait layanan PGN juga dapat diakses melalui channel video call pada aplikasi MyPertamina, yang akan direspon oleh Agent PCC 135,” ujar Faris.

Baca juga: PGN Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Minat?

Interaksi terkait layanan atau produk dan keluhan gas bumi PGN, juga akan dialihkan dan dikelola secara terpadu ke media sosial PCC 135 melalui Direct Message (DM) mulai 1 Juli 2022. Adapun media sosial PCC 135 yaitu Twitter: @pertamina135, Facebook: Pertamina Call Center 135, Instagram: @pertamina.135, dan Youtube: Pertamina Call Center 135.

Faris menambahkan, untuk interaksi layanan whatsapp (WA) tetap berlaku di nomor 0815 1150 0645. Interaksi chat pada WA dapat terkait tentang permintaan informasi terkait tagihan, nomor pelanggan, keluhan, cara atau ketentuan berlangganan, dan layanan lainnya.

“Call center yang terpadu di Pertamina Group diharapkan dapat merespon dan menyelesaikan setiap pengaduan dan informasi masuk dari pelanggan maupun non pelanggan secara cepat, akurat, dan efektif. Dengan angka yang lebih singkat 135, masyarakat bisa lebih mudah mengingat untuk menghubungi,” ujar Faris.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN telah melayani lebih dari 600.000 pelanggan di sektor rumah tangga, industri komesial, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi. Dengan layanan call center yang terpadu, kebutuhan informasi pelanggan diharapkan dapat terlayani dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Whats New
Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Whats New
Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.