Pengamat: Subsidi Minyak Goreng Curah Harusnya Menggunakan Dana APBN

Kompas.com - 20/03/2022, 14:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memberikan subsidi minyak goreng non-premium atau curah menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pemberian subsidi ini dilakukan agar harga minyak goreng curah tetap berada di angka Rp 14.000 per liter untuk kebutuhan masyarakat.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, seharusnya dana subsidi minyak goreng curah diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena aliran dananya lebih transparan.

"Memang idealnya subsidi minyak goreng ini melalui APBN sehingga lebih transparan dan pengawasannya pun jauh lebih mudah daripada BPDPKS," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (20/3/2022).

Baca juga: Kemenhub Ajak Penonton MotoGP Manfaatkan Tempat Tidur Terapung Gratis

Bhima mengatakan selain karena sulit diawasi, dana BPDPKS juga dihkawatirkan tidak akan cukup mensubsidi minyak goreng curah yang selama ini banyak digunakan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah dan pelaku UMKM.

"Jadi kalau misalkan pakai dana BPDPKS nanti mengulang lagi minyak goreng subsidi di kemasan yang akhirnya habis juga di pasaran. Jadi saya tidak setuju ya dengan subsidi ini," ucapnya.

Pemerintah juga dapat meminta data masyarakat miskin yang terdapat di Data Terpadu Kesejahteran Sosial oleh Kementerian Sosial dalam menyalurkan subsidi minyak goreng curah.

Hal ini supaya tidak mengulang kesalahan subsidi minyak goreng kemasan beberapa waktu lalu yang dinilai tidak efektif menurunkan harga minyak goreng di pasaran.

Pasalnya, minyak goreng kemasan yang disubsidi tersebut justru dibeli oleh masyarakat kalangan menengah ke atas bukan menengah ke bawah.

Baca juga: Ongki Wanadjati Dana Mundur dari Jabatan Dirut BTPN

"Pengawasan untuk subsidi ini bisa digabungkan dengan data terpadu kesejahteraan sosial sehingga lebih tepat sasaran siapa penerima subsidinya," kata dia.

Kemudian, menurut dia, peredaran minyak goreng curah sangat rentan dicurangi oleh oknum karena minyak goreng curah tidak ada barcode dan kode produksi sehingga dapat dioplos dengan minyak jelantah.

Hal tersebut akan membuat harga minyak goreng curah di ritel tetap mahal sehingga subsidi tidak tepat sasaran.

"Jadi minyak goreng curah itu susah sekali untuk diawasi subsidinya. Jadi moral hazardnya terlalu besar," tutur dia.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 17.000 Per Gram Selama Sepekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.