Harga Jual Pertamax Lebih Murah dari Keekonomian, Bakal Naik?

Kompas.com - 22/03/2022, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini di atas 100 dollar AS per barrel berpengaruh pada harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya terhadap harga jual BBM RON 92 atau setara Pertamax.

Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, harga keekonomian BBM setara Pertamax menjadi sebesar Rp 14.526 per liter. Namun, PT Pertamina (Persero) masih menjual Pertamax di kisaran harga Rp 9.000-Rp 9.400 per liter.

Menanggapi hal itu, Corporate Secretary Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan, pihaknya masih melakukan peninjauan terkait adanya gap yang tinggi antara harga jual dan keekonomian.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir: Perlu Penghitungan Ulang Harga Jual Pertamax

Ia pun belum dapat memastikan apakah Pertamina akan menaikkan harga jual Pertamax dalam waktu dekat untuk menyesuaikan dengan harga keekonomian.

"Ini masih kami review," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (22/3/2022).

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, tren kenaikan harga minyak dunia memang membuat dilematis. Meski demikian, ia menilai harga jual Pertamax sudah seharusnya mengikuti harga keekonomiannya.

"Jika harga Pertamax tidak dinaikkan, beban Pertamina akan semakin berat," kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax akan berdampak kecil pada inflasi. Hal itu mengingat porsi konsumsi Pertamax sekitar 12-13 persen dari total konsumsi BBM nasional, yang sebagian besar penggunanya adalah masyarakat menengah ke atas.

"Knaikkan Pertamax memang berisiko akan menaikkan inflasi, tetapi kontribusinya kecil," ucap Fahmy.

Baca juga: Harga Batas Atas Bensin RON 92 Capai Rp 14.526 per Liter, Pertamina Masih Jual Pertamax Rp 9.000 per Liter

Namun, ia menekankan, agar tidak ada kenaikan harga pada BBM jenis Pertalite yang porsinya mencapai 73 persen dari total konsumsi BBM nasional. Sebab, hal itu malah akan membebani masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas yang sudah lebih dulu terjadi dalam sebulan terakhir.

Fahmy menilai, jika kenaikan harga terjadi pada Pertalite, maka akan semakin menaikkan harga-harga kebutuhan pokok yang lebih besar lagi, sehingga beban masyarakat pun menjadi semakin berat.

"Jangan menaikkan harga Pertalite. Risiko penaikkan Pertalite akan menaikkan inflasi secara signifikan dan memperpuruk daya beli rakyat," tutup dia.

Baca juga: Berapa Sebenarnya Harga Keekonomian Pertamax?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.