Cerita Jusuf Hamka Pernah Ngemplang Pajak 35 Tahun, Ikut Tax Amnesty Setor Rp 55 Miliar

Kompas.com - 23/03/2022, 14:55 WIB

"Akhirnya saya pembayar pertama, saya ingat waktu itu, saya kasih Rp 55 miliar saya setor. E-billing pun dibuatin, saya enggak ngerti (cetak e-billing) karena saya gaptek. Jadi luar biasa pajak sekarang ini luar biasa," tutur pria keturunan Tionghoa ini.

Usai melakukan penyetoran, Jusuf Hamka bercerita Kepala KPP sempat tidak percaya karena pembayaran pajak terutang disetor hanya dalam kurun waktu 1 jam pasca e-billing dicetak.

Untuk meyakinkan, dia meminta Kepala KPP menghubunginya jika dana tersebut sudah diterima.

"Saya lihat bahasa badannya, oh dia enggak percaya. Saya bilang, "Bu nanti kalau sudah terima, ibu kabarin saya deh'. Jam 4 dia baru bilang, 'Duitnya sudah masuk, Pak Jusuf'. Baru (percaya)," terang Jusuf Hamka.

Pesan Jusuf Hamka kepada Pengemplang Pajak

Melalui pengalamannya, Jusuf Hamka menyatakan kesempatan program pengungkapan sukarela (PPS) atau yang dikenal dengan tax amnesty jilid II harus dimanfaatkan dengan baik. Asal tahu saja, pemerintah melangsungkan PPS sejak 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2022.

"Dosa-dosa (pajak) kita semua diampuni. Tapi kalau kita masih tidak memanfaatkan kesempatan ini, ingat pasti ada surat cinta (dari Ditjen Pajak) nanti yang datang," selorohnya.

Lebih lanjut dia menyebut, pajak adalah bukti cinta kepada negara. Lewat pajak, semua pembangunan hingga ragam subsidi bisa tersalur dengan baik.

Pajak berkontribusi selama pandemi Covid-19. Dengan uang pajak, pemerintah membayar klaim pasien terinfeksi Covid-19 dan membeli vaksin untuk dibagikan secara gratis kepada warganya.

"Ingat ya, tidak ada orang yang backing orang yang ngemplang pajak. Kalau mungkin orang melakukan tindak pidana ada Bang Hotman Paris bisa backingin. Tapi kalau pajak, pasti dia enggak mau. Karena kalau pajak ini buat kebutuhan rakyat, buat negara membangun," tandas Jusuf Hamka.

Baca juga: Saat Sri Mulyani Singgung Pajak Orang Kaya Naik, Chairul Tanjung Tertawa...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.