Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Silakan Mudik Lebaran, Pelaku Perjalanan Luar Negeri Tak Perlu Karantina

Kompas.com - 23/03/2022, 19:24 WIB
Muhammad Choirul Anwar

Penulis


KOMPAS.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menyampaikan pengumuman bahwa mudik Lebaran 2022 diperbolehkan.

Sejalan dengan itu, Jokowi juga menyampaikan ketentuan baru mengenai syarat perjalanan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri yang hendak masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bilang bahwa pemerintah memutuskan untuk mengambil beberapa langkah-langkah pelonggaran.

Baca juga: Jokowi: Tahun Ini, Boleh Mudik Lebaran, Boleh Tarawih Berjamaah di Masjid...

Pelonggaran aktivitas masyarakat dilakukan dengan berdasarkan pertimbangan membaiknya pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia.

“Sampai dengan kemarin, tanggal 22 Maret 2022, perkembangan pandemi Covid-19 di negara kita terus membaik,” kata Jokowi dalam keterangan persnya, Rabu (23/03/2022), di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana dikutip dari laman resmi Setkab.

Syarat karantina PPLN dihapus

Dengan adanya perbaikan pengendalian kasus Covid-19 tersebut, Jokowi memutuskan salah satunya menghapus syarat karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang hendak masuk Tanah Air.

“Pelaku perjalanan dari luar negeri yang tiba melalui bandara di seluruh Indonesia, tidak perlu lagi harus melewati karantina,” tandasnya,

Kendati demikian, bukan berarti PPLN yang akan masuk ke Indonesia bisa bebas tanpa melalui protokol kesehatan begitu saja.

Baca juga: Serikat Pekerja Minta Jokowi Copot Mendag karena Dinilai Tidak Kompeten Selesaikan Masalah Minyak Goreng

“Pemerintah tetap mewajibkan pelaku perjalanan yang tiba dari luar negeri untuk melakukan tes usap PCR,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Kalau tes PCR-nya negatif, silakan langsung keluar dan bisa beraktivitas. Kalau tes PCR-nya positif, akan ditangani oleh Satgas Covid-19,” sambung Kepala Negara.

Mudik Lebaran 2022 diperbolehkan

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa situasi pandemi yang membaik juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

“Tahun ini, umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Jokowi: IKN Nusantara Akan Jadi Motor Inovasi Pembangunan Ekonomi Masa Depan

Yang terpenting, pada masa mudik Lebaran 2022 mendatang pemerintah memastikan tidak akan ada larangan mudik seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Jokowi.

Meski begitu untuk pejabat dan pegawai pemerintah, Jokowi menegaskan bahwa pihaknya masih melarang untuk melakukan buka puasa bersama dan juga open house.

“Semoga tren yang semakin membaik ini dapat kita pertahankan. Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,” serunya.

Baca juga: Jokowi Janji IKN Cuma Pakai 20 Persen Dana APBN, lalu Sisanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Google Buka Suara soal Aturan 'Publisher Rights' yang Disahkan Jokowi

Google Buka Suara soal Aturan "Publisher Rights" yang Disahkan Jokowi

Whats New
Lebih dari 60 Persen Pekerja di AS Tak Miliki Gelar Pendidikan

Lebih dari 60 Persen Pekerja di AS Tak Miliki Gelar Pendidikan

Work Smart
AHY Datangi 'Kantor' Barunya di ATR/BPN Usai Dilantik, Jabat Tangan Hadi Tjahjanto

AHY Datangi "Kantor" Barunya di ATR/BPN Usai Dilantik, Jabat Tangan Hadi Tjahjanto

Whats New
Intip Gaji dan Sederet Fasilitas yang Diterima AHY usai Jadi Menteri

Intip Gaji dan Sederet Fasilitas yang Diterima AHY usai Jadi Menteri

Whats New
Subsidi Energi Diutak Atik demi Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Ekonom: Masyarakat Akan Teriak...

Subsidi Energi Diutak Atik demi Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Ekonom: Masyarakat Akan Teriak...

Whats New
10 Ciri-ciri Pasar Oligopoli

10 Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Whats New
Tumbuh 10,38 Persen, Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 7.090 Triliun

Tumbuh 10,38 Persen, Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 7.090 Triliun

Whats New
7 Contoh Pasar Oligopoli di Indonesia

7 Contoh Pasar Oligopoli di Indonesia

Whats New
Emiten BUAH Bidik Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun 2024

Emiten BUAH Bidik Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun 2024

Whats New
Resmi Menjabat Menteri ATR/BPN, AHY: Saya Harus Belajar Cepat

Resmi Menjabat Menteri ATR/BPN, AHY: Saya Harus Belajar Cepat

Whats New
Pengertian Pasar Oligopoli, Ciri, Kelebihan, dan Contohnya

Pengertian Pasar Oligopoli, Ciri, Kelebihan, dan Contohnya

Whats New
OBMD Sepakati Kontrak Baru Senilai Rp 283 Miliar untuk Pengeboran di Mumbai High ONGC Offshore Operate

OBMD Sepakati Kontrak Baru Senilai Rp 283 Miliar untuk Pengeboran di Mumbai High ONGC Offshore Operate

Whats New
Lampu Hijau OJK untuk Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat

Lampu Hijau OJK untuk Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat

Whats New
KCIC Bantah Aksi Penodongan Penumpang Kereta Cepat Whoosh di Tegalluar

KCIC Bantah Aksi Penodongan Penumpang Kereta Cepat Whoosh di Tegalluar

Whats New
Harga Beras Naik Tinggi, Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Beras Premium di DKI dan Jawa Barat

Harga Beras Naik Tinggi, Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Beras Premium di DKI dan Jawa Barat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com