IMF Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,4 Persen Tahun 2022

Kompas.com - 24/03/2022, 10:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

Melalui laporan terbarunya, IMF memangkas proyeksi menjadi 5,4 persen, dari 5,6 persen sebelumnya. Sementara untuk tahun 2023, IMF tetap menahan proyeksi di 6 persen.

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomu Indonesia ini sedikit banyak sebagai pengaruh dari pandemi Covid-19, yang telah menyebabkan hilangnya nyawa secara tragis dan memicu bencana besar keterpurukan ekonomi di Indonesia.

Baca juga: Lima Catatan Penting IMF Untuk Perekonomian Indonesia

Meski pemerintah telah berani mengambil paket kebijakan yang komprehensif dan terkoordinasi dengan baik, ada jaringan parut dan scaring effect pada perekonomian.

"Pandemi telah menyebabkan jaringan parut dan memperkuat kebutuhan untuk mengatasi tantangan yang sudah berlangsung lama, termasuk pemasukan pendapatan yang rendah dan pasar keuangan yang dangkal," tulis IMF dalam laporannya dikutip Kompas.com, Kamis (24/3/2022).

Sementara itu, pertumbuhan 6 persen pada tahun 2023 akan banyak didukung oleh tingginya harga komoditas global yang menguntungkan Indonesia, pelonggaran pembatasan aktivitas, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

Lalu, peningkatan mobilitas, dan lebih percaya dirinya Indonesia mempercepat akselerasi vaksinasi ke daerah-daerah terluar, tertinggal, hingga terpencil.

Baca juga: Diminta IMF Sudahi Burden Sharing, BI Janji Berakhir Tahun Ini

"Inflasi juga tetap lebih rendah daripada negara berkembang lainnya. Perekonomian yang maju pun memungkinkan Bank Indonesia (BI) untuk mendukung pemulihan melalui kebijakan yang akomodatif, diperkirakan akan meningkat secara bertahap dalam kisaran sasaran inflasi pada tahun 2022," tulis IMF.

Rekomendasi IMF

IMF merekomendasikan kebijakan utama yang harus ditempuh Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat. Pertama, pagu defisit anggaran menjadi 3 persen seperti sebelum pandemi. Menurut lembaga internasional ini, adanya reformasi pajak dapat membantu menurunkan defisit yang tidak terlalu curam.

"(Dengan RUU) kecepatan dari penyesuaian (defisit) dapat dipertimbangkan kembali jika risiko penurunan yang parah terwujud," sebut IMF.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lowongan Kerja Honda Prospect Motor  untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Honda Prospect Motor untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life,  Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life, Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Whats New
Mampukah IHSG Lanjutkan Tren Penguatan?

Mampukah IHSG Lanjutkan Tren Penguatan?

Whats New
[POPULER MONEY] Saat Jokowi, Erick Thohir, dan Ganjar Pranowo 'Tampil' di Solo Car Free Day | Indonesia Pelaris Kereta Cepat China

[POPULER MONEY] Saat Jokowi, Erick Thohir, dan Ganjar Pranowo "Tampil" di Solo Car Free Day | Indonesia Pelaris Kereta Cepat China

Whats New
Ini Tantangan Ekonomi Indonesia pada Semester II 2022

Ini Tantangan Ekonomi Indonesia pada Semester II 2022

Whats New
Pemerintah: PMK Ada, tetapi Bisa Dikendalikan dan Tidak Membahayakan Manusia

Pemerintah: PMK Ada, tetapi Bisa Dikendalikan dan Tidak Membahayakan Manusia

Whats New
Mengenal Apa Itu ETF dan Bedanya dengan Reksa Dana Biasa

Mengenal Apa Itu ETF dan Bedanya dengan Reksa Dana Biasa

Earn Smart
Cara Bayar Indihome lewat ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Bayar Indihome lewat ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Spend Smart
Rincian Biaya Admin BCA, BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri

Rincian Biaya Admin BCA, BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 40 Sudah Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 40 Sudah Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Watsons 8.8 Shopathon Kembali Digelar, Cek Promonya

Watsons 8.8 Shopathon Kembali Digelar, Cek Promonya

Spend Smart
Limit Transfer BRI Berdasarkan Jenis Kartu ATM dan Transaksinya

Limit Transfer BRI Berdasarkan Jenis Kartu ATM dan Transaksinya

Spend Smart
Momen Bahagia Sopir Taksi, Bisa Naik Haji hingga Kuliahkan Tiga Anaknya Berkat Blue Bird

Momen Bahagia Sopir Taksi, Bisa Naik Haji hingga Kuliahkan Tiga Anaknya Berkat Blue Bird

Whats New
BPKP: Audit Tata Kelola Timah dalam Rangka Perbaikan

BPKP: Audit Tata Kelola Timah dalam Rangka Perbaikan

Whats New
Cara Bayar Pembelian Beli Emas Antam di Bank BCA

Cara Bayar Pembelian Beli Emas Antam di Bank BCA

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.