Sisi Kelam Ukraina: Bisnis Surogasi Rahim atau Pabrik Bayi

Kompas.com - 24/03/2022, 11:32 WIB

KOMPAS.com - Nama Ukraina mulai banyak dikenal luas publik Tanah Air setelah negara itu diinvasi Rusia selama sebulan terakhir.

Sebelum diserbu Rusia, Ukraina sejatinya sudah menderita banyak korban dalam konflik dengan pemberontak yang didukung Rusia di timur. Alih-alih mendekat ke masa damai, negara ini semakin dekat ke ambang kehancuran setelah terus menerus dibombardir tentara Rusia.

Baca juga: Juragan 99 Gilang Widya Pamer Omzet MS Glow Rp 600 Milar Per Bulan, Stafsus Sri Mulyani: Wow Gurih Nih, Tinggal Cocokkan SPT

Negara itu juga dikenal sebagai salah satu negara paling miskin di Benua Biru. Pendapatan domestik bruto (PDB) per kapitanya, bahkan masih kalah ketimbang Indonesia. Dikutip dari data Bank Dunia, PDB per kapita Ukraina adalah sebesar 3.724 dollar AS atau setara dengan Rp 53.380.000 (kurs Rp14.300).

Sementara PDB per kita Indonesia terbaru adalah 3.868 dollar AS atau Rp 55.459.000. Jika menggunakan patokan PDB per kapita, Ukraina memang berada di urutan pertama sebagai negara Eropa paling miskin.

Baca juga: Seberapa Miskin Ukraina?

Sementara di urutan kedua negara Eropa paling miskin adalah Georgia dengan PDB per kapita sebesar 4.290. Meski PDB per kapita rendah, biaya hidup di Ukraina relatif lebih murah dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Bisnis surogasi Ukraina

Lantaran desakan ekonomi, banyak masyarakat di Ukraina bergantung pada bisnis surogasi. Bisnis surogasi adalah meminjamkan rahim untuk membesarkan janin milik orang lain.

Baca juga: Luhut: Dulu Saya Dituduh Sama China Segala Macam, Lihat Dampaknya ke RI...

Setiap tahunnya, ada ribuan perempuan Ukraina menjadi ibu pengganti. Mereka memperbolehkan rahimnya dipakai untuk membesarkan janin milik pasangan lain, dengan imbalan tentunya.

Suroasi semakin populer dari tahun ke tahun. Di negara-negara maju seperti Eropa Barat, banyak pasangan yang ingin memiliki anak kandung namun enggan direpotkan dengan masa kehamilan.

Baca juga: 22 Tahun Pisah dari RI, Mengapa Timor Leste Setia Gunakan Dollar AS?

Dikutip dari Aljazeera, Ukraina sudah sejak beberapa dekade dikenal sebagai pusat pabrik bayi, istilah lain untuk bisnis surogasi. Bahkan, ada sejumlah perusahaan Ukraina yang secara resmi menjadi perantara maupun tindakan medis untuk layanan surogasi.

Salah satu perusahaan penyedia jasa perantara surogasi paling terkenal di Ukraina adalah BioTexCom. Perusahaan ini menawarkan layanan surogasi dengan paket paling rendah senilai 11.000 dollar AS atau sekitar Rp 158 juta untuk satu kali kehamilan.

Baca juga: Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Harga Pangan di Mesir Meroket

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber Aljazeera


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

Whats New
Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Whats New
Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Whats New
Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Whats New
Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Whats New
Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Rilis
Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Whats New
Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Whats New
Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Whats New
Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Whats New
100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

Whats New
Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Spend Smart
Ini Cara Daftar Akun untuk Cek BLT Subsidi Gaji 2022 di kemnaker.go.id

Ini Cara Daftar Akun untuk Cek BLT Subsidi Gaji 2022 di kemnaker.go.id

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.