Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia.
Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022 dan Wakil Ketua II Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Periode 2021 - 2023.
Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI) untuk izin WMI dan WAPERD.
Penulis buku Reksa Dana dan Obligasi yang diterbitkan Gramedia Elexmedia.
Tulisan merupakan pendapat pribadi

Mengenal Reksa Dana Pembagian Hasil Investasi (PHI)

Kompas.com - 25/03/2022, 13:29 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Melanjutkan contoh di atas, misalkan harga reksa dana pada akhir bulan setelah dihitung oleh kustodian mengalami kenaikan dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.010.

Namun Manajer Investasi menginstruksi untuk memberikan PHI sebesar Rp 8 per unit. Artinya semua pemegang reksa dana tersebut akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 8 dikalikan jumlah unit yang dimilikinya.

Konsekuensinya NAB reksa dana yang tadi harusnya dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.010, karena dilakukan bagi hasil menjadi Rp 1.002. Namun investor mendapatkan setara Rp 8 dalam bentuk tunai.

Katakan ada investor yang membeli reksa dana tersebut senilai Rp 100 juta pada harga Rp 1.000, maka unit yang dimiliki adalah Rp 100 juta dibagi Rp 1.000 = 100.000 unit.

Atas kepemilikan tersebut, maka investor akan mendapatkan senilai PHI Rp 8 x 100.000 unit = Rp 800.000.

Frekuensi PHI

Frekuensi PHI ada yang sifatnya terjadwal dan tidak terjadwal. Untuk yang terjadwal umumnya adalah bulanan, 3 bulanan atau 6 bulanan.

Nama produknya ada mengindikasikan hal tersebut seperti “Pendapatan Bulanan”, “Pendapatan Berkala”, tapi ada juga yang tidak.

Untuk jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, frekuensi pembagian umumnya bulanan.

Sementara untuk jenis reksa dana terproteksi, bisa 3 atau 6 bulanan tergantung isinya obligasi pemerintah (6 bulan) atau korporasi (3 bulan).

Untuk yang tidak terjadwal, biasanya terdapat di reksa dana campuran dan saham. Tidak ada ketentuan pastinya. Bisa 1 tahun sekali atau dua kali.

Waktu pembagian juga tidak konsisten. Bisa pada awal tahun mendekati musim dividen saham, bisa juga tengah atau akhir.

Biasanya fitur PHI di reksa dana saham dan campuran tidak begitu mendapat perhatian karena frekuensinya yang jarang.

Selain itu, fluktuasi harganya juga relatif tinggi. Bisa jadi penurunan harganya lebih besar daripada PHI yang dibagikan.

Jadi reksa dana PHI yang lebih populer di masyarakat umumnya adalah jenis reksa dana terproteksi dan pendapatan tetap.

Nilai PHI

Untuk jenis reksa dana terproteksi, nilai PHI biasanya telah diindikasikan di depan. Misalkan 6 persen per tahun, sehingga dibagikan 1,5 persen per tiga bulan.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Whats New
50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

Whats New
Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Whats New
LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

Whats New
Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Whats New
KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

Whats New
Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Whats New
Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Whats New
Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Whats New
Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Whats New
DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Whats New
Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Whats New
Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Whats New
Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com