Skystar Capital
Pemodal Ventura

Skystar Capital adalah pemodal ventura yang berfokus pada pendanaan awal untuk membantu akselerasi bisnis rintisan teknologi. Skystar Capital hadir sebagai solusi bagi para pendiri untuk memberikan bantuan modal, saran, dan kemitraan strategis untuk meningkatkan skala bisnis.

Skystar Capital didukung oleh berbagai grup perusahaan terkemuka di berbagai bidang seperti media, telekomunikasi, layanan keuangan, layanan kesehatan, sektor pendidikan, dan lain-lain. Kami memberikan akses melalui jaringan profesional untuk pengembangan bisnis perusahaan rintisan.

Ingin lebih kenal dengan kami? Bisa follow kami di Instagram (@skystar.vc) atau Linkedin Skystar Capital. Juga kunjungi situs kami www.skystarcapital.com atau kalau ingin berbincang dengan kami, kirimkan surel ke contact@skystarcapital.com 

Pahami Perencanaan Keuangan untuk Pendiri Startup

Kompas.com - 25/03/2022, 20:51 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DALAM melakukan perencanaan bisnis, proyeksi keuangan di masa depan haruslah optimis dan realistis. Tidak hanya itu, perencanaan ini juga harus didasari oleh ketelitian dalam mengamati pasar. Hal ini guna memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan rintisan mengantisipasi pertumbuhan mereka nanti, dan memerhatikan risiko apa saja yang dapat terjadi.

Bagaimana pendiri merencanakan keuangan untuk bisnisnya kelak dapat memengaruhi perusahaan dalam mempekerjakan tim terbaik, hingga memperluas dan mengembangkan bisnis. Kendati tidak sepenting visi dan produk yang baik, perencanaan keuangan sangat penting untuk mewujudkan hal-hal baik ke depan.

Tidak peduli seberapa hebat ide bisnis, salah satu elemen penting untuk kesuksesan perusahaan rintisan adalah kemampuan pendiri untuk merencanakan keuangan yang cukup untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, memahami kurva-S bisnis (S-curve business) menjadi salah satu hal yang dapat membantu pendiri. Kurva-S menentukan hampir semua hal dalam inovasi, strategi, dan rencana pertumbuhan.

Baca juga: Faktor Penting Penentu Parameter Sukses Pendiri Startup

Memahami Kurva-S untuk Pengembangan Bisnis

Kurva-S pada bisnis baru menggambarkan fase-fase organisasi yang berbeda dan menjadi ciri perusahaan yang berhasil dari waktu ke waktu. Menurut Edmondson (2020), kurva-S dianggap sebagai konsep paling penting dalam bisnis karena menggambarkan tiga fase umum dalam organisasi. Fase pertama adalah periode mencari tahu (figuring it out), yakni ketika perusahaan rintisan bereksperimen secara bebas dalam mencari formula mencapai kesuksesan.

Kemudian pada fase kedua, organisasi menggunakan formula kemenangan tersebut untuk memberikan nilai dalam dalam skala besar secara efisien. Lalu fase ketiga, yaitu merencanakan apa yang akan dilakukan setelahnya (devising what’s next) yang dilakukan untuk menggantikan formula sukses sebelumnya. Setiap perusahaan, terlepas dari jenis bisnis atau model bisnis (mis: SaaS, media, servis, dll), akan melalui siklus pertumbuhan dan kedewasaan yang dapat terprediksi melalui kurva-S bisnis.

Mengenal Titik Belok (Inflection Points) di Kurva-S

Titik yang paling menantang dalam kurva ini adalah titik belok (inflection points), di mana pertumbuhan bisnis dalam keadaan stagnan. Ini adalah situasi di mana perubahan harus dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan. Lalu, apa yang menyebabkan titik belok pada kurva-S? Ada beragam situasi dan kondisi yang menjadi penyebabnya, seperti kompetitor mengeluarkan produk unggulan dengan harga lebih rendah, penurunan minat terhadap produk unggulan, iklan yang tidak menyasar audiens yang tepat, atau bahkan adanya resesi

Terlepas dari sumber penyebabnya, penurunan titik ini adalah konsekuensi umum yang terjadi pada pertumbuhan dan pasar bebas. LaMarco (2018) menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah bisnis bergantung pada kemampuan pendiri untuk mengenali inflection points dan mengambil langkah yang tepat untuk membawa bisnis ke jalur yang tepat dengan jenis dan jumlah kesempatan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan selanjutnya.

Bagaimana jika pendiri tidak menyadari bisnisnya sedang berada pada inflection points? Ketika sebuah bisnis tidak disadari sedang berada pada inflection points, maka dapat membahayakan dan merusak siklus perusahaan. Bisnis tidak hanya berpeluang untuk kehilangan kesempatan berkembang secara strategis, tetapi juga dalam rencana operasional. Dengan demikian, perlu bagi pendiri untuk mengetahui cara mengenalinya dan mengantisipasi fase inflection points sebelum terjadi.

Baca juga: Ingin Sukses Menjalankan Startup? Hindari Kesalahan Ini

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.