Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Negara yang Paling Banyak Membeli Senjata dari Rusia, Indonesia Termasuk?

Kompas.com - Diperbarui 26/03/2022, 07:25 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Aljazeera

KOMPAS.com - Suka tidak suka, tak bisa dipungkiri, perang alias konflik bersenjata jadi alat efektif media pemasaran bagi para pemain industri senjata, khususnya senjata keluaran terbaru dalam membuktikan kehandalan daya hancurnya.

Laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan 100 produsen senjata terbesar sedunia terus mencatatkan kenaikan penjualan. Bahkan di tahun pandemi 2020, saat ekonomi global terkontraksi.

Produksi senjata didominasi oleh negara-negara maju untuk kemudian dieskpor ke banyak negara, terutama negara berkembang.

Penjualan oleh 100 produsen senjata terbesar mencapai 531 miliar dollar AS (lebih dari Rp7,6 kuadriliun) pada tahun 2020. Sekitar 54 persen dari nilai total tersebut dicatatkan oleh 41 perusahaan senjata asal Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Sisi Kelam Ukraina: Bisnis Surogasi Rahim atau Pabrik Bayi

Hanya di medan perang sesungguhnya, jet tempur, tank, artileri, pertahanan udara, sistem radar, helikopter, senjata anti-tank, rudal, kapal selam, kapal perang, hingga drone bisa unjuk kebolehan di depan para calon pembelinya.

Selain AS, negara produsen senjata terbesar kedua adalah Rusia. Negara Beruang Putih saat ini tengah melancarkan perang dengan tetangganya yang juga sama-sama negara bekas Uni Soviet, Ukraina.

Keandalan senjata Rusia

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (26/3/2022), sebagai negara yang berada di bawah bayang-bayang AS, Rusia sebenarnya cukup mendominasi penjualan senjata dengan pangsa pasar 20 persen secara global.

Sebuah mobil hancur lebur setelah pasukan Rusia membombardir Kota Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Sebuah mobil hancur lebur setelah pasukan Rusia membombardir Kota Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022.

Rusia mengekspor hampir 90 persen senjatanya ke 10 negara, alias hanya sedikit senjata produksinya yang dipakai untuk angkatan bersenjatanya sendiri.

Baca juga: Mengapa Israel Begitu Kaya Raya?

Pelanggan terbesar senjata besutan Rusia adalah India. New Delhi membeli sekitar 23 persen senjata Rusia dengan pengeluaran sekitar 6,5 miliar dollar AS selama lima tahun terakhir.

Menurut data yang dirilis SIPRI, setengah dari total impor senjata India, atau sekitar 49,3 persen, berasal dari Rusia.

China adalah pembeli persenjataan Rusia terbesar kedua dengan nilai pembelian 5,1 miliar dollar AS selama periode yang sama.

Lalu pembeli terbesar senjata asal Rusia selanjutnya diikuti oleh Aljazair (4,2 miliar dollar AS), Mesir (3,3 miliar dollar AS), dan Vietnam (1,7 miliar dollar AS).

Selain itu negara-negara di atas, sejumlah negara yang dengan porsi pengadaan senjata dari Rusia terbanyak antara lain Irak, Kazahstan, Turki, Bangladesh, Suriah, Belarus, Serbia, Pakistan, Nigeria, Sudah, Uzbekistan, Yordania, Ethiopia, UEA, dan Laos.

Berikutnya adalah Iran, Armenia, Angola, Qatar, Peru, Myanmar, Bahrain, Nigeria, dan Azerbaijan.

Baca juga: Penasaran seperti Apa Kondisi Ekonomi Palestina?

Sementara itu, alutisista buatan Rusia yang paling banyak terjual adalah jet tempur yang berkontribusi sebesar 48,6 persen dari total penjualan senjata Negeri Tirai Besi itu.

Halaman:
Sumber Aljazeera
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Whats New
Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

Whats New
Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Whats New
Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Whats New
Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Whats New
Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Whats New
Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Whats New
Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Whats New
OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

Whats New
Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Whats New
Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com