Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Sengketa,  Pembicaraan Penjualan Produk Unit Link Wajib Direkam!

Kompas.com - 29/03/2022, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan ketentuan baru terkait proses pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Ini merupakan respons dari kasus sengketa antara nasabah dan perusahaan penerbit produk unit link yang belakangan memang ramai dibicarakan.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi mengatakan, salah satu poin penting yang diatur dalam ketentuan itu ialah kewajiban merekam pada saat proses penjualan produk unit link. Rekaman ini bisa berbentuk video maupun audio, dan wajib disimpan oleh perusahaan asuransi.

Rekaman tersebut nantinya bisa digunakan sebagai bukti ketika terjadi suatu perselisihan. Dengan demikian, ketentuan ini diharapkan dapat menjawab permasalahan sengketa antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Baca juga: Aturan Baru Unit Link Terbit untuk Lindungi Konsumen, Ini Respons Prudential Indonesia

"Jadi perusahaan asuransi harus punya sistem untuk menyimpan rekaman itu di dalam mainframe dia, sehingga terjadi sesuatu bisa dibuka," ujar dia, dikutip Selasa (29/3/2022).

Adapun dalam proses penjualan tersebut, perusahaan wajb menjelaskan mengenai manfaat, biaya, risiko pada produk yang ditawarkan, dan fitur tambahan (jika ada). Selain itu, rekaman itu juga harus memuat pernyataan pemahaman calon pemegang polis terhadap produk tersebut.

"Kalau dia sudah paham harus tanda tangan. Kalau dia ada yang tidak paham, ditulis di aturan itu untuk tidak menandatangani dan tidak melanjutkan proses pembelian," tutur Riswinandi.

Selain itu, OJK juga mewajibkan adanya welcome call yang dilakukan pihak lain di industri asuransi kepada nasabah yang baru membuka produk unit link. Ini dilakukan untuk memastikan proses penjualan telah membantu nasabah memahami produk unit link yang dimiliki.

"Hasil kegiatan welcome call ini juga kita minta rekam. Ini juga harus dievaluasi proses rekaman pada waktu jualan dan welcome call sinkron enggak nih," kata Riswinandi.

Riswinandi menegaskan, layaknya produk asuransi pada umumnya, unit link memiliki fungsi utama sebagai proteksi, bukan tabungan, apalagi menambah kekayaan. Ini perlu diingat oleh masyarakat, agar tidak tertipu oleh iming-iming penjualan asuransi.

"Ada salah kaprah pemahaman bahwa yang dikaitkan dengan investasi ini bisa nambah kekayaan," ucap dia.

Baca juga: Lewat Bareskrim, Komunitas Korban Asuransi Unit Link AXA, Prudential, AIA Desak OJK Lakukan Audiensi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal APBN: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Strukturnya

Mengenal APBN: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Strukturnya

Earn Smart
Apa Itu Pegadaian: Pengertian, Jenis Usaha, dan Sejarah Berdirinya

Apa Itu Pegadaian: Pengertian, Jenis Usaha, dan Sejarah Berdirinya

Whats New
Dapat Tambahan Pasokan Gas Bumi dari JTB, Petrokimia Gresik: Ini Menjadi Sangat Penting

Dapat Tambahan Pasokan Gas Bumi dari JTB, Petrokimia Gresik: Ini Menjadi Sangat Penting

Rilis
IHII: Revisi UU BPJS di RUU Kesehatan Sangat Mengkhawatirkan

IHII: Revisi UU BPJS di RUU Kesehatan Sangat Mengkhawatirkan

Whats New
Luhut Sebut Insentif Motor Listrik Rp 7 Juta, Sri Mulyani Bakal Bahas dengan DPR

Luhut Sebut Insentif Motor Listrik Rp 7 Juta, Sri Mulyani Bakal Bahas dengan DPR

Whats New
Fasilitas Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kini Hadir di Lamongan

Fasilitas Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kini Hadir di Lamongan

Whats New
Pangkas 3.414 Nomenklatur Jabatan Pelaksana, Menteri PANRB: Biar Lebih Lincah dan Tidak Rumit

Pangkas 3.414 Nomenklatur Jabatan Pelaksana, Menteri PANRB: Biar Lebih Lincah dan Tidak Rumit

Whats New
Bos Samsung Indonesia Curhat ke Sri Mulyani, Khawatir Dampak Resesi

Bos Samsung Indonesia Curhat ke Sri Mulyani, Khawatir Dampak Resesi

Whats New
Atasi Pengangguran, Kemenaker Pertemukan Langsung 250 Pencari Kerja dengan Pengusaha

Atasi Pengangguran, Kemenaker Pertemukan Langsung 250 Pencari Kerja dengan Pengusaha

Rilis
Selama Sepekan, Modal Asing Masuk RI Capai Rp 4,42 Triliun

Selama Sepekan, Modal Asing Masuk RI Capai Rp 4,42 Triliun

Whats New
Ada Gejolak Bunga Kredit, Masyarakat Bakal Tunda Lagi Beli Rumah?

Ada Gejolak Bunga Kredit, Masyarakat Bakal Tunda Lagi Beli Rumah?

Whats New
Harga Cabai Tinggi, BI Perkirakan Inflasi Januari 2022 Capai 0,39 Persen

Harga Cabai Tinggi, BI Perkirakan Inflasi Januari 2022 Capai 0,39 Persen

Whats New
Bos KSP Indosurya Divonis Bebas, Mahfud MD: Kami Lakukan Kasasi

Bos KSP Indosurya Divonis Bebas, Mahfud MD: Kami Lakukan Kasasi

Whats New
Komisaris Independen Wika Beton Jadi Saksi Kasus Suap MA, Manajemen Buka Suara

Komisaris Independen Wika Beton Jadi Saksi Kasus Suap MA, Manajemen Buka Suara

Whats New
Kemenag Rilis 108 Lembaga Pengelola Zakat Ilegal, Ini Daftarnya

Kemenag Rilis 108 Lembaga Pengelola Zakat Ilegal, Ini Daftarnya

Earn Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+