Sinyal Positif Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Bikin Harga Minyak Dunia Turun

Kompas.com - 30/03/2022, 11:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang pelemahan dari hari sebelumnya yang bahkan sempat anjlok hingga 7 persen. Penurunan ini dipicu sinyal positif dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina.

Selain itu pergerakan harga minyak dunia juga turut dipengaruhi lockdown yang dilakukan pemerintah China akibat tingginya kasus Covid-19, sehingga akan mempengaruhi permintaan bahan bakar minyak dari negara itu.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Awal Perdagangan

Mengutip CNBC, Rabu (30/3/2022), harga minyak mentah berjangka Brent turun 2 persen atau 2,25 dollar AS menjadi di level 110,23 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,62 persen atau 1,72 dollar AS ke level 104,24 dollar AS per barrel.

Negosiator Ukraina dan Rusia bertemu di Turki untuk melakukan pembicaraan tatap muka pertama kalinya dalam hampir tiga minggu. Negosiator pihak Rusia menyebut pembicaraan itu 'konstruktif'.

Pihak Rusia memutuskan untuk secara drastis menghentikan aktivitas militernya di sekitar Kyiv dan Chernihiv, Ukraina.

Di sisi lain, pihak Ukraina mengusulkan untuk mengadopsi status netral dengan imbalan jaminan keamanan, yang berarti tidak akan bergabung dengan aliansi militer atau menjadi tuan rumah pangkalan militer.

"Harga minyak berada di bawah tekanan lagi, di tengah ekspektasi tentang pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia, yang dapat mengarah pada pelonggaran sanksi," ujar Hiroyuki Kikukawa, Manajer Umum Penelitian di Nissan Securitie.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Rinciannya

Sanksi yang dijatuhkan oleh berbagai negara kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina, memeng telah mengganggu pasokan minyak global sehingga mendorong harga lebih tinggi dalam sebulan terakhir.

Seperti diketahui, Rusia merupakan pengekspor minyak mentah terbesar ke-2 di dunia dengan kontribusi 7 persen dari total minyak global. Sanksi itu akan menggangu perdagangan minyak Rusia sekitar 4-5 juta barrel per hari di pasar global.

Di sisi lain, harga minyak dunia juga tertekan akibat kebijakan lockdown di Shanghai, China guna menekan tingginya penyebaran Covid-19. China merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia dan konsumen terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat.

Pihak berwenang China menyatakan menutup sementara Shanghai, kota dengan 25 juta penduduk dan pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu tersebut, untuk melakukan pengujian Covid-19 secara massal. Shanghai menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi minyak China.

"Kebijakan zero-Covid China tanpa disengaja membawa sedikit kelegaan ke pasar minyak, yang sudah sangat ketat karena terganggunya pasokan minyak dari Rusia," kata Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Baca juga: Negosiasi Perdamaian Rusia-Ukraina Bikin Harga Emas Dunia Kian Merosot

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.