Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong Berkedok Pialang Berjangka Komoditi

Kompas.com - 31/03/2022, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik investasi ilegal berkedok pialang berjangka komoditi (PBK) belakangan marak bermunculan dan telah memakan banyak korban.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Sanjaya mengatakan, ada sejumlah ciri atau modus utama yang dilakukan PBK ilegal untuk menjerat korbannya.

Pertama, pialang berjangka tanpa izin usaha Bappebti biasanya menawarkan kontrak berjangka atau kontrak derivatif lainnya layaknya pialang legal.

"Tapi ternyata kontraknya itu bukan (legal)," kata dia, dalam diskusi virtual, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Klarifikasi Indra Bekti Terseret Investasi Bodong Triumph: Saya Brand Ambassador, Bukan Afiliator....

Kemudian, kebanyakan PBK ilegal tidak memiliki kantor perwakilan di Tanah Air dan hanya menggunakan perorangan atau komunitas sebagai kepanjangan tangannya untuk menjerat korban di Indonesia.

"Yang ibaratnya biasanya ini afiliator ataupun leader," ujar Tirta.

Karena tidak memiliki izin usaha dari Bappebti, PBK ilegal biasanya menampilkan legalitas dari regulator dunia, seperti yang dilakukan oleh platform binary option, Binomo.

Dalam pemasarannya, PBK ilegal mengandalkan platform media sosial mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, hingga Youtube untuk menarik masyarakat.

Iming-iming keuntungan tinggi dan pasti menjadi andalan para PBK ilegal dalam memasarkan platformnya ke masyarakat.

"Misalnya investasi Rp 5 juta mendapatkan Rp 20 juta. Kemudian iming-iming fixed income, passive income, dan profit sharing," tutur Tirta.

Terakhir, PBK ilegal juga kerap kali melakukan seminar, edukasi, pelatihan trading di bidang PBK tanpa izin dari regulator, dalam hal ini Bappebti.

"Sesuai UU Bappebti semua terkait pelatihan atau edukasi trading harus disetujui oleh Bappebti," ucap Tirta.

Apabila melihat ciri-ciri tersebut dalam penawaran produk PBK, masyarakat diminta untuk berhati-hati guna mencegah terjadinya kerugian.

Baca juga: Banyak Dikaitkan Investasi Bodong, Apakah Semua Robot Trading Ilegal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini

Whats New
Permudah Warga Desa Berbelanja 'Online', Dagangan Hadirkan Layanan 'Same-Day Delivery'

Permudah Warga Desa Berbelanja "Online", Dagangan Hadirkan Layanan "Same-Day Delivery"

Rilis
Survei ABB Global: Industri Global Percepat Investasi Efisiensi Energi

Survei ABB Global: Industri Global Percepat Investasi Efisiensi Energi

Rilis
Syarat dan Cara Klaim JHT via Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Online

Syarat dan Cara Klaim JHT via Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Online

Work Smart
Gelar RUPST, Caturkarda Depo Bangunan Bakal Tebar Dividen Rp 35 Miliar

Gelar RUPST, Caturkarda Depo Bangunan Bakal Tebar Dividen Rp 35 Miliar

Whats New
Keran Ekspor CPO Dibuka, Harga Kelapa Sawit Naik

Keran Ekspor CPO Dibuka, Harga Kelapa Sawit Naik

Whats New
Mudik Lebaran 2022, Menhub: Jumlah Santunan Jasa Raharja Turun 50 Persen

Mudik Lebaran 2022, Menhub: Jumlah Santunan Jasa Raharja Turun 50 Persen

Whats New
Apresiasi Pertamina Jaga Stok BBM, Komisi Energi DPR: Jangan Sampai Ada Kelangkaan

Apresiasi Pertamina Jaga Stok BBM, Komisi Energi DPR: Jangan Sampai Ada Kelangkaan

Whats New
Penghapusan Nakes Honorer Bisa Berdampak ke Kinerja Puskesmas

Penghapusan Nakes Honorer Bisa Berdampak ke Kinerja Puskesmas

Whats New
Nasib Nakes Honorer Puskesmas, Gaji di Bawah UMR hingga Bekerja Sukarela

Nasib Nakes Honorer Puskesmas, Gaji di Bawah UMR hingga Bekerja Sukarela

Whats New
Sragen Jadi Lumbung Pangan Nasional, Bupati Yuni: Berkat Arahan Pak Presiden dan Mentan SYL

Sragen Jadi Lumbung Pangan Nasional, Bupati Yuni: Berkat Arahan Pak Presiden dan Mentan SYL

Rilis
Tak Impor Beras 3 Tahun Berturut-turut, Mentan SYL Dinilai Berhasil oleh Peneliti LPEM UI

Tak Impor Beras 3 Tahun Berturut-turut, Mentan SYL Dinilai Berhasil oleh Peneliti LPEM UI

Rilis
Dinilai Berjasa Bangun Transportasi Nasional, Menhub Dianugerahi Doktor Kehormatan oleh UGM

Dinilai Berjasa Bangun Transportasi Nasional, Menhub Dianugerahi Doktor Kehormatan oleh UGM

Whats New
Produk Lokal Penanganan Bencana AMMDes Unjuk Gigi di Pameran Internasional

Produk Lokal Penanganan Bencana AMMDes Unjuk Gigi di Pameran Internasional

Whats New
Waspadai 7 'Platform' Investasi Ilegal Ini, dari Simple Shopping hingga Triumphfx

Waspadai 7 "Platform" Investasi Ilegal Ini, dari Simple Shopping hingga Triumphfx

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.