Kompas.com - 31/03/2022, 20:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meresmikan Stasiun Cikarang telah setelah direvitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp 412 miliar. Dana tersebut berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, besaran anggaran tersebut mencakup pinjaman atau hibah luar negeri (PHLN) JICA sebesar Rp 264 miliar lebih dan SBSN tahun anggaran 2019-2021 dengan alokasi lebih dari Rp 148 miliar.

SBSN merupakan salah satu skema pendanaan kreatif (creative financing) yang dilakukan pemerintah di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Melalui SBSN, kita membangun dari rakyat untuk rakyat. Kita lihat saat ini stasiunnya sudah bagus, karena kami bangun dengan sungguh-sungguh dan harus deliver atau langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Dukung Pengembangan Ekspor Berbasis Pembiayaan Syariah, BSI Gandeng LPEI

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pendanaan melalui SBSN telah menghasilkan sejumlah infrastruktur yang menjadi aset negara yang harus terus dipelihara.

"Ini merupakan bentuk dari akuntabilitas publik dan masyarakat bisa lihat uang kita itu digunakan untuk membangun infrastruktur perkeretaapian dari mulai stasiun sampai dengan jalur kereta api double-double track," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap, keberadaan infrastruktur ini bisa langsung digunakan dan mendukung mobilitas masyarakat.

"Masyarakat bisa kembali memiliki kegiatan yang produktif, dengan demikian mereka akan bisa meningkatkan kesejahteraannya," ujarnya.

Pembangunan Stasiun Cikarang merupakan bagian dari Proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai–Cikarang yang dibangun oleh Diretorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Promo KPR Bank Mandiri, Ada Bunga 3,63 Persen Fixed 3 Tahun

Dengan wajah barunya, tercatat pergerakan penumpang dan kereta api di Stasiun Cikarang meningkat signifikan.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamenkeu: Optimis dan Waspada Jadi Kunci Bertahan dalam Ketidakpastian Global

Wamenkeu: Optimis dan Waspada Jadi Kunci Bertahan dalam Ketidakpastian Global

Whats New
Indef Sayangkan Apabila Bulog Tetap Impor Beras, Januari Sudah Panen Raya

Indef Sayangkan Apabila Bulog Tetap Impor Beras, Januari Sudah Panen Raya

Whats New
Benarkah BI Tolak Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF? Menteri PUPR: Bukan Ditolak, tapi Diarahkan Tak Boleh Eksklusif

Benarkah BI Tolak Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF? Menteri PUPR: Bukan Ditolak, tapi Diarahkan Tak Boleh Eksklusif

Whats New
Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Whats New
Mau UMKM Maju? Ini 3 Syaratnya

Mau UMKM Maju? Ini 3 Syaratnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT Indra Karya untuk Lulusan S1 Akuntansi, Cek Kualifikasinya

Lowongan Kerja BUMN PT Indra Karya untuk Lulusan S1 Akuntansi, Cek Kualifikasinya

Work Smart
Belum Cukupi untuk Biaya Sewa Rumah hingga Transportasi, Buruh Tolak Kenaikan UMP Sejumlah Daerah

Belum Cukupi untuk Biaya Sewa Rumah hingga Transportasi, Buruh Tolak Kenaikan UMP Sejumlah Daerah

Whats New
Tantangan dan Kendala dalam Mendorong UMKM 'Go Digital'

Tantangan dan Kendala dalam Mendorong UMKM "Go Digital"

Whats New
Kementerian ESDM Dorong Revisi UU Migas Rampung Tahun Depan

Kementerian ESDM Dorong Revisi UU Migas Rampung Tahun Depan

Whats New
Butuh Modal Kerja dan Transformasi Digital, Bank UOB Bakal Genjot Pertumbuhan UMKM

Butuh Modal Kerja dan Transformasi Digital, Bank UOB Bakal Genjot Pertumbuhan UMKM

Whats New
Kemenperin Harap Perluasan Pabrik ABC Mampu Buka Lapangan Kerja

Kemenperin Harap Perluasan Pabrik ABC Mampu Buka Lapangan Kerja

Whats New
Hingga 17 Oktober 2022, Realisasi Penerimaan Pungutan OJK Rp 5,77 Triliun

Hingga 17 Oktober 2022, Realisasi Penerimaan Pungutan OJK Rp 5,77 Triliun

Whats New
Indonesia Gandeng Inggris untuk Dorong Pencapaian Target Reduksi Emisi GRK

Indonesia Gandeng Inggris untuk Dorong Pencapaian Target Reduksi Emisi GRK

Whats New
Menteri PUPR: Minat Investasi di IKN Nusantara Naik 25 Kali Lipat

Menteri PUPR: Minat Investasi di IKN Nusantara Naik 25 Kali Lipat

Whats New
Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.